Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Formula 1 (F1) tim Red Bull Racing Max Verstappen mengatakan tidak merasakan tekanan ekstra untuk tampil di F1 musim 2022, setelah keluar sebagai juara dunia F1 pada musim 2021.
Seperti diketahui, musim lalu, Pembalap dari Belanda itu berhasil menghentikan dominasi juara dunia F1 tujuh kali Lewis Hamilton. Dalam pertarungan sengit di balapan seri terakhir yang berlangsung di Abu Dhabi, Verstappen sukses finis di urutan pertama dengan selisih 2,256 detik dari Hamilton di posisi kedua.
Pertarungan sengit antara Verstappen dan Hamilton diperkirakan akan kembali berlangsung untuk memperebutkan gelar musim ini, meskipun serangkaian perubahan teknis pada aturan balapan dapat menambah ketidakpastian setelah bertahun-tahun Mercedes dan Red Bull mendominasi garis depan.
"Tidak ada alasan untuk tiba-tiba menjadi berbeda," kata Verstappen tentang tekanan mempertahankan gelarnya, Kamis (10/2).
"Dengan peraturan baru anda harus terbiasa dengan mobil dan itu akan menjadi adaptasi terbesar tetapi sisanya cukup mudah," imbuhnya.
"Tidak terasa berbeda memulai tahun sebagai juara. Secara pribadi saya merasa baik dan yang penting adalah anda mempersiapkan diri dengan cara terbaik secara fisik," jelasnya.
Baca juga: Verstappen Tegaskan Dirinya tidak akan Berubah Meski Berstatus Juara Bertahan
Kepala tim Red Bull Christian Horner berada di tengah-tengah akhir musim yang sengit tahun lalu, ketika ia dan kepala Mercedes Toto Wolff bentrok atas sejumlah insiden kontroversial antara Hamilton dan Verstappen.
Tetapi setelah akhirnya mengakhiri cengkeraman Mercedes pada gelar pembalap, Horner kini menginginkan periode dominasi Red Bull.
"Itu (musim 2021) akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu musim terbaik sepanjang masa. Saya tidak dapat mengingat satu tahun di Formula 1 yang begitu dekat antara dua pebalap teratas dari balapan pertama hingga terakhir," kata Horner.
“Tantangan kami sekarang adalah membangunnya. Kami memiliki nomor satu di mobil dan kami ingin mempertahankannya di mobil dan mempertahankan gelar itu bersama Max, yang dengan serangkaian peraturan baru akan menjadi sangat sulit," sambungnya.
"Max sangat fenomenal. Dia memiliki musim yang luar biasa, dia mendominasi putaran yang dipimpin. Dia memenangkan 10 grand prix dan merebut kejuaraan dunia sehingga kepercayaan dirinya akan melambung tinggi dan dia akan berusaha untuk membangun performa tersebut pada tahun 2022," tukasnya.
Red Bull telah memperkenalkan mobil anyarnya RB18 untuk balapan musim 2022, mengadopsi regulasi aerodinamika baru yang diterapkan musim ini dan dengan Verstappen yang akan mengguunakan nomor 1 di mobilnya, mereka siap mempertahankan gelar juara.(AFP/OL-5)
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved