Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAIH dua gelar MotoGP, Casey Stoner, menilai Marc Marquez sepertinya butuh waktu lama untuk mampu pulih dari berbagai cedera yang sudah menimpanya pada musim 2021.
Stoner merasa Marquez sedang berada dalam masa sulit dan ke depannya akan berdampak besar. Mulai dari cedera bahu kanan hingga penglihatan ganda yang mengancam karier pembalap Repsol Honda tersebut.
"Pastinya cedera akan memberikan dampak besar, terutama dalam hal balap. Setidaknya akan berpengaruh dari bagaimana caranya membalap ketika ia kembali," tutur Stoner.
"Kami semua memang membuat kesalahan dengan terlalu memaksakan diri sehingga terjatuh. Tapi itu bagian dari balapan. Kita memang berusaha untuk mencoba yang terbaik dengan motor yang kita miliki. Saya pikir ini lebih tentang belajar dari kesalahan itu dan tidak mengulanginya," singgung Stoner yang juga pernah mengalami cedera serius di pergelangan kaki.
Stoner menambahkan cedera yang dialaminya pada masa lalu berbeda dengan situasi Marquez saat ini. Ia mengira pembalap Spanyol tersebut membutuhkan waktu lama untuk proses pemulihan dan kembali pada kondisi fisik yang sedia kala.
"Karena dia mengalami cedera yang sangat besar. Ini semacam pengorbanan, akan butuh beberapa waktu juga untuk melewati hal itu secara mental dan fisik," jelas Stoner.
"Butuh waktu yg luar biasa lama. Ketika saya operasi pergelangan kaki, saya tidak bisa berjalan beberapa bulan dan otot rusak begitu cepat. Sementara Marquez dibutuhkan banyak waktu untuk lengan dan bahunya kembali ke masa-masa pelatihan yang sudah ia lalui bertahun-tahun," tambahnya.
Pembalap asal Australia itu khawatir Marquez dapat mengalami cedera yang lebih serius jika ia turun dalam musim ini. (And/Speedweek/OL-09)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
JUARA dunia delapan kali Marc Marquez masih berambisi dalam perebutan gelar juara dunia Moto-GP pada musim 2025.
Kabar berpisahnya Repsol dengan Honda mencuat setelah GP San Marino pada Minggu (8/9) di mana tidak ada Repsol Honda di grid.
Luca Marini gagal melakukan peningkatan besar di atas RC213V yang kurang kompetitif dibandingkan dengan para rivalnya.
Setelah tiga musim bersama Ducati, Luca Marini akan mengendarai RC213V dan memulai proses untuk membawa Honda kembali ke puncak klasemen.
LUCA Marini memuji Honda yang telah mengembangkan motor dengan mempertimbangkan masukan darinya. Tetapi ia memperingatkan bahwa Ducati masih jauh dari harapan.
PEMBALAP Marc Marquez mengakui masih melakukan adaptasi dengan motornya dan para staf di Gresini Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved