Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI agenda terbaru Formula 1 GP Qatar, pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku belum sepenuhnya mampu memahami trek Losail pada latihan bebas kedua (FP2). Ia bahkan harus tertinggal 0,350 detik dari Valtteri Bottas sebagai pemuncak sesi FP2, pada Jumat (19/11) malam WIB.
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Verstappen sempat menjadi pembalap tercepat, Namun berlanjut pada FP2, ia harus mengakui kecepatan pembalap Merceders Valtteri Bottas. Bahkan ia kalah dari pembalap AlphaTauri, Pierre Gasly dan puas menempati posisi ketiga.
Kendala hadir saat menjalani FP2, karena latihan dilakukan pada malam hari maka suhu pun menjadi lebih dingin. Verstappen menjajal peruntungan dengan bergantian menggunakan ban tipe medium dan lunak. Namun tetap saja, belum mampu memotong selisih waktu dengan Bottas.
"Tentu saja, ini pertama kali (mengemudi) di malam hari. Penting untuk memahami perilaku mobil. Apalagi GP Qatar adalah yang pertama bagi saya, di tambah strategi ban medium dan lunak. Jadi masih ada banyak hal yang harus dipahami," kata Verstappen.
Baca juga: Race 1 WSBK Mandalika Digelar Besok Pukul 11.00 WITA
Selain suhu dingin yang menjadi kendala para pembalap, trek datar Losail menghadirkan hambatan berupa angin dan debu. Sekaligus vibrator lintasan dan gravel pit menguji kekuatan mobil.
Verstappen dinilai diuntungkan dalam hal ini, karena sirkuit yang digunakan bertipe kecepatan tinggi. Ia tetap percaya diri, meski tahu balapan akan menjadi lebih sulit.
"Saya pikir ini trek yang bagus. Memang tidak mudah, apalagi sulit ketika harus ada fase menempel dengan mobil-mobil (F1) lainnya. Namun tetap, putaran satu lap di Qatar adalah hal yang luar biasa," kata Verstappen.(OL-4)
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved