Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH ganda campuran Indonesia Nova Widianto angkat bicara terkait kegagalan anak asuhnya Praveen Jordan/Melati Dava Oktavianti di putaran pertama Indonesia Masters 2021.
Menelan kekalahan atas pasangan peringkat 178 dunia Dhruv Kapila/Nelakurihi Sikki Reddy dengan skor 11-21 dan 21-22, Nova mengaku kecewa dengan performa Praveen/Melati, menurut peraih medali perak Olimpiade 2008 itu penampilan anak didiknya dalam pertandingan tidak memiliki daya juang.
"Terus terang saya kecewa dengan penampilan mereka. Seolah tidak ada daya juang. Sebagai tuan rumah harusnya bertanding maksimal. Soal menang atau kalah itu biasa. Yang penting fight dulu di lapangan. Ini kan tidak," ujar Nova di Nusa Dua, Bali, Kamis (18/11).
Dia menambahkan, Praveen/Melati bertanding seperti tidak ada tanggung jawabnya untuk Indonesia, selain itu juga tidak menghargai pelatih.
Baca juga: Unggulan Pertama Dechapol/Sapsiree Belum Terhadang di Indonesia Masters 2021
"Padahal lawan yang dihadapi itu levelnya dua tingkat di bawah mereka. Harusnya bisa menang," imbuh Nova yang juga mantan pemain ganda campuran andalan Indonesia itu.
Lebih jauh Nova menegaskan, kalau memang ada masalah pribadi antara Praveen dan Melati. Dia pun telah meminta Juara All Enland 2020 itu segera menyelesaikan masalah tersebut di luar lapangan. Dengan demikian saat bertanding sudah tak ada lagi masalah yang mengganjal.
"Ini bukan masalah komunikasi. Mereka ada masalah yang harus diselesaikan. Jangan bawa masalah pribadi ke lapangan," ujar Nova.
Ketika disinggung solusi yang terbaik, juara Kejuaraan Dunia 2005 dan 2007 bersama Liliyana Natsir itu mengatakan yang bisa menyelesaikan adalah Praveen/Melati sendiri.
"Kita udah ngobrol sama mereka satu-satu, saya juga sudah bilang kalau kalian harus selesain masalah ini sendiri. Saya sih cuman pesan satu lah kalau memang mereka ada masalah atau seperti apa yang penting daya juang jangan sampai hilang," jelas Nova.
Menurut Nova, tim kepelatihan untuk sementara itu fokus dahulu pada pertandingan yang ada. Dirinya pun enggan terpengaruh dengan persoalan Praveen/Melati. (OL-4)
Sebanyak enam wakil Indonesia akan kembali turun gelanggang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (24/1), untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal Indonesia Masters setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21.
PASANGAN ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu atau Jafar/Felisha memastikan tempat di semifinal Indonesia Masters 2026.
Di babak perempat final Indonesia Masters, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan sesama ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri.
Apriyani/Lanny sukses mengamankan tiket perempat final Indonesia Masters usai mengalahkan wakil Hong Kong, Tsaing Hiu Yan/Yeung Piu Lam 21-17 dan 21-18.
Anthony Sinisuka Ginting resmi memutuskan mundur dari putaran kedua Indonesia Masters setelah mengalami masalah pada bagian pinggangnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved