Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia MotoGP enam kali Marc Marquez mengaku tak sabar untuk dapat kembali mengaspal di GP Amerika, dengan balapan yang dijadwalkan akan digelar pada akhir pekan ini Minggu (3/10) waktu setempat.
Telah mengantongi enam kemenangan berturut-turut sejak 2013 hingga 2018 di GP Amerika, tentu GP Amerika menjadi salah satu sirkuit favorit Marquez dan dia berharap dapat tampil maksimal di Austin, Texas.
"Saya menantikan Austin, kami akan berada di sana setelah dua balapan yang bagus di Aragon dan Misano," ucap Marquez dikutip dari Speedweek, Rabu (29/9).
Satu-satunya kegagalan Marquez di GP Amerika terjadi pada 2019 lalu saat dia tidak dapat menyelesaikan balapan akibat terjatuh di lintasan balap, yang mana saat itu balapan baru berjalan 2 putaran. Pembalap Suzuki Alex Rins menjadi yang tercepat saat itu diikuti Valentino Rossi (Yamaha) dan Jack Miller (Ducati) di posisi tiga besar.
Baca juga : Pacquiao Putuskan Pensiun dari Tinju
Tampil kuat dalam dua balapan terakhir yang mana Marquez berhasil finis di posisi kedua pada GP Aragon, dan posisi keempat di GP San Marino. Marquez berharap dapat menampilkan yang terbaik di GP Amerika.
"Saya suka tata letak dan telah banyak meraih kesuksesan di sana. Meskipun tahun ini sedikit berbeda saya akan mencoba yang terbaik," ucap Marquez.
"Terlepas dari apa hasilnya nanti, pasti akan sangat menyenangkan bisa kembali ke Austin karena saya selalu menikmati Grand Prix di sana," tukasnya. (Speedweek/OL-2)
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved