Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP MotoGP Francesco Bagnaia mengungkapkan dirinya menginginkan pertarungan yang adil dengan pemuncak klasemen sementara Fabio Quartararo, untuk memperebutkan gelar juara MotoGP 2021.
Setelah melakoni 14 seri balapan di kelas MotoGP sepanjang musim 2021, pertarungan sengit antara Bagnaia dengan Quartararo tak dapat dihindari, di mana pembalap Ducati Bagnaia hanya berselisih 48 poin di belakang Quartararo yang telah meraih 234 poin.
Balapan MotoGP yang menyisahkan empat seri terakhir, Bagnaia berharap Quartararo dapat selalu berada dalam kondisi prima untuk beradu cepat dengannya.
"Saya bertarung melawan seorang pembalap yang sangat kuat. Saya bisa berada di depannya bukan hal yang mudah, mungkin Fabio harus melakukan kesalahan jika saya ingin merebut kemenangan," ucap Bagnaia dikutip dari GPOne, Selasa (28/9).
"Tapi saya harap itu tidak terjadi, karena saya ingin menang dengan cara saya di Misano yakni bertarung melawannya dan itu akan memiliki kesan lebih berarti untuk saya," imbuh Bagnaia.
Baca juga: Alvin Bahar Pertahankan Pimpinan Klasemen Kejurnas ISSOM 2021 Usai Seri 3
Dalam dua balapan terakhir di GP Aragon dan GP San Marino Bagnaia berhasil mengamankan podium utamanya, dan membalap lebih cepat 0,364 detik dari Quartararo yang finis posisi kedua di San Marino. Dia menyebutkan bahwa itu merupakan momen terbaiknya untuk musim ini.
"Ini adala momentum indah dalam karir saya. Saya sangat gembira karena tahun ini kami berhasil melewati periode rumit dengan baik. Saya memulai kejuaraan dengan baik, lalu ada rintangan yang menghampiri saya di tengah perjalanan," tutur Bagnaia.
"Sejak saat itu kami mampu meredam semuanya dan berhasil membawa lulang dua kemenangan beruntun, Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Tapi ini baru awal dan saya perlu melanjutkan tern positif itu," imbuhnya.
MotoGP selanjutnya akan melakukan balapan mereka di Amerika Serikat pada akhir pekan ini, dan Bagnaia menyebutkan Sirkuit Amerika adalah salah satu lintasan favoritnya.
"Austin asalah lontasan yabg sangat saya suka, sangat teknik dan sulit. Tak sabar mengaspal di sana saya harap balapan ini akan berjalan dengan sangat baik," tukasnya. (GPOne/OL-4)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved