Kamis 12 Agustus 2021, 16:16 WIB

Kontingen Paralimpiade Indonesia Targetkan 5 Medali

Ilham Ananditya | Olahraga
Kontingen Paralimpiade Indonesia Targetkan 5 Medali

Dok.MI
Ilustrasi

 

SELURUH atlet Paralimpiade Indonesia sejak 1 Agustus lalu sudah menjalani karantina di Solo, Jawa Tengah. Hal ini dijalani sebagai bentuk mitigasi dan syarat menjelang multiajang Paralimpiade Tokyo 2020 yang akan resmi digelar pada Selasa 24 Agustus mendatang.

Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) sudah memiliki rencana atau skenario karantina atlet awalnya yang akan bertempat di Jakarta, sedangkan Solo merupakan skenario alternatif kedua. Namun sejak 1 Agustus lalu ditetapkan, atlet menjalani pemusatan latihan dan karantina seluruhnya di Solo.

"Karantina sudah mulai total tidak bisa bersentuhan dengan orang luar itu sejak tanggal 1 Agustus, bahkan ketika orang dari luar membawa hasil tes swab PCR pun tetap kita larang bertemu dengan para atlet," tutur Wakil Sekertaris Jenderal NPCI, Rima Ferdianto saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (12/8) siang.

"Kalau dari segi teknis sih semua sudah siap. Cuman untuk yang nonteknis, seperti halnya tes swab tujuh hari berturut-turut sebelum keberangkatan agak membebani atlet secara mental." lanjut Rima.

Baca juga: Estafet Obor Paralimpiade Bakal Tanpa Penonton

Terdapat 23 atlet yang akan dipertandingkan untuk tujuh cabang olahraga, ditambah pihak lainnya maka seluruh kontingen Indonesia berisikan 60 orang.

Sejauh ini kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo memiliki target meraih lima medali untuk cabor-cabor unggulan.

Rima mengatakan hingga kini evluasi untuk semua atlet sudah memasuki fase tapering atau pengurangan latihan mengurangi beban latihan.

"Jadi nanti di Tokyo diharapkan akan ada overkompensasi atau rebound, ketika pertandingan mereka semua dapat mengeluar performa puncaknya," ujar Rima

Diantaranya diharapkan dapat menyumbang satu emas dan satu perunggu dari cabang para bulu tangkis, satu perunggu cabang para angkat besi, satu perunggu cabang para tenis meja, dan satu perunggu cabang atletik.

Termasuk target ingin memperbaiki peringkat Indonesia, untuk dapat masuk dalam jajaran peringkat 60 besar dunia.

Sebelumnya pada Paralimpiade London 2012, Indonesia berhasil meraih satu perunggu dari cabang para tenis meja dan berada di peringkat ke-74. Dan Paralimpiade Rio 2016, Indonesia kembali meraih satu perunggu untuk cabang para angkat besi dan berada di posisi ke-76.

NPCI Indonesia sejauh ini akan mengirimkan kontingen dalam beberapa kloter, yang pertama akan berangkat bertepatan pada hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus besok. Kemudian disusul kloter kedua hingga keempat.

Kloter kedua akan berangkat pada 19 Agustus, lalu 20 Agustus, dan yang terakhir pada 23 Agustus.

"Keberangkatan akan dibagi menjadi empat kloter tanggal 17 Agustus tenis meja, renang dan balap sepeda, tanggal 19 Agustus badminton dan angkat berat, tanggal 20 Agustus atletik dan rombongan utama, dan terakhir tanggal 23 Agustus menembak," ucap Rima.(OL-4)

Baca Juga

DOK.PERBASI

Timnas Basket Putri Persiapan SEA Games 2023 di Liga ASEAN

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 28 September 2022, 19:31 WIB
Liga untuk putri itu disetujui FIBA untuk digelar merespons permintaan atas minimnya kompetisi dan pamor jika dibandingkan dengan sektor...
ANTARA/Fikri Yusuf

Peselancar Rio Waida Pimpin Klasemen Challenger Series WSL

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 19:13 WIB
Peselancar berdarah Indonesia-Jepang itu berpotensi masuk World Championship Tour (WCT) karena Top 10 Challenger Series akan dipromosikan...
DOK ONE CHAMPIONSHIP

One Fight Night 2 Janjikan Lahirnya Sejarah Baru

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 28 September 2022, 18:22 WIB
Terdapat 10 laga yang akan tersaji dan setiap laga bisa berimplikasi besar pada peta persaingan selanjutnya di divisi dan disiplin olahraga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya