Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FINAL lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020 yang dramatis terjadi di Tokyo Olympic Stadium. Babak pamungkas itu berakhir dengan dua medali emas untuk atlet Qatar Mutaz Essa Barshim dan wakil Italia Gianmarco Tamberi, Senin (1/8).
Adanya dua emas yang hadir di nomor lompat tinggi terjadi setelah perlombaan berlangsung selama dua jam lebih namun kedua atlet itu sama-sama tidak menunjukkan upaya mereka untuk mengalah.
Malahan keduanya sama-sama mencatatkan lompatan tertinggi mereka pada jarak yang sama yaitu 2,37 meter.
Baca juga: Terancam Dipulangkan, Sprinter Belarus Kini Ditangani Pihak Berwenang
Kemudian momen sportifitas hadir di Olimpiade Tokyo 2020, keduanya sepakat berbagi gelar.
Sebelumnya, keduanya mengalami tiga kali kegagalan saat mereka berupaya menyamai rekor Olimpiade dengan ketinggian 2,39 m dan segera meraih emas.
Namun, mereka kemudian membuat sejarah baru sendiri, dengan mencatat lahirnya dua medali emas pada final lompat tinggi sejak cabang atletik dipertandingkan pada 1912.
Menyusul di peringkat ketiga, Maksim Nedasekau dari Belarus meraih perunggu.
Walaupun sama-sama mencatatkan lompatan tertinggi pada 2,37 m namun dirinya lebih banyak mengalami upaya yang gagal di seluruh kompetisi.
Tamberi dan Barshim kemudian berpelukan sebelum berlari bersama untuk merayakannya bersama pelatih dan rekan satu tim mereka, mengibarkan bendera negara mereka di atas kepala mereka.
"Setelah cedera, saya hanya ingin kembali (ke perlombaan). Sekarang saya mendapat medali emas ini, ini luar biasa. Saya memimpikan ini berkali-kali ketika saya pikir saya tidak mampu kembali setelah Olimpiade Rio 2016." kata Tamberi.
Barshim menambah raihan medali emas ke gelar juara dunia berturut-turut di London 2017 dan Doha 2019. Dirinya merupakan atlet kedua asal Qatar yang menyabet medali emas, setelah atlet angkat besi Fares Elbakh menang di kelas 96 kg putra.
"Luar biasa. Saya telah melalui banyak hal dan selama lima tahun saya menunggu, dengan cedera tanpa kemajuan. Tapi semua momen dan pengorbanan jadi sangat berharga sekarang." pungkas Barshim. (BBC/Olympic/OL-1)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved