Senin 02 Agustus 2021, 11:48 WIB

Cetak Sejarah, Barshim dan Tamberi Berbagi Medali Emas Lompat Tinggi Olimpiade

Ilham Ananditya | Olahraga
Cetak Sejarah, Barshim dan Tamberi Berbagi Medali Emas Lompat Tinggi Olimpiade

AFP/Christian Petersen
Dua peraih medali emas lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020 Mutaz Essa Barshim (kiri) dan Gianmarco Tamberi.

 

FINAL lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020 yang dramatis terjadi di Tokyo Olympic Stadium. Babak pamungkas itu berakhir dengan dua medali emas untuk atlet Qatar Mutaz Essa Barshim dan wakil Italia Gianmarco Tamberi, Senin (1/8).

Adanya dua emas yang hadir di nomor lompat tinggi terjadi setelah perlombaan berlangsung selama dua jam lebih namun kedua atlet itu sama-sama tidak menunjukkan upaya mereka untuk mengalah.

Malahan keduanya sama-sama mencatatkan lompatan tertinggi mereka pada jarak yang sama yaitu 2,37 meter.

Baca juga: Terancam Dipulangkan, Sprinter Belarus Kini Ditangani Pihak Berwenang

Kemudian momen sportifitas hadir di Olimpiade Tokyo 2020, keduanya sepakat berbagi gelar.

Sebelumnya, keduanya mengalami tiga kali kegagalan saat mereka berupaya menyamai rekor Olimpiade dengan ketinggian 2,39 m dan segera meraih emas.

Namun, mereka kemudian membuat sejarah baru sendiri, dengan mencatat lahirnya dua medali emas pada final lompat tinggi sejak cabang atletik dipertandingkan pada 1912.

Menyusul di peringkat ketiga, Maksim Nedasekau dari Belarus meraih perunggu.

Walaupun sama-sama mencatatkan lompatan tertinggi pada 2,37 m namun dirinya lebih banyak mengalami upaya yang gagal di seluruh kompetisi.

Tamberi dan Barshim kemudian berpelukan sebelum berlari bersama untuk merayakannya bersama pelatih dan rekan satu tim mereka, mengibarkan bendera negara mereka di atas kepala mereka.

"Setelah cedera, saya hanya ingin kembali (ke perlombaan). Sekarang saya mendapat medali emas ini, ini luar biasa. Saya memimpikan ini berkali-kali ketika saya pikir saya tidak mampu kembali setelah Olimpiade Rio 2016." kata Tamberi.

Barshim menambah raihan medali emas ke gelar juara dunia berturut-turut di London 2017 dan Doha 2019. Dirinya merupakan atlet kedua asal Qatar yang menyabet medali emas, setelah atlet angkat besi Fares Elbakh menang di kelas 96 kg putra.

"Luar biasa. Saya telah melalui banyak hal dan selama lima tahun saya menunggu, dengan cedera tanpa kemajuan. Tapi semua momen dan pengorbanan jadi sangat berharga sekarang." pungkas Barshim. (BBC/Olympic/OL-1)

Baca Juga

AFP

La Real Ingin Terus Bersaing Dalam Perebutan Gelar La Liga

👤Akmal Fauzi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 15:57 WIB
Sociedad sedang dalam rentetan kemenangan sembilan pertandingan berturut-turut sebelum kekalahan 0-1 dari Barcelona di Camp Nou pada hari...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Wohoo! Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Master 2023

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 15:19 WIB
"Puji Tuhan pertama kalinya final di Istora, ini sangat berarti buat saya pribadi. Terus bisa bisa mengalahkan Shi di hadapan...
AFP

Final Tunggal Putra Australia Terbuka 2023 Tak Sekadar Perebutan Trofi Juara

👤┬áRifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 10:03 WIB
Laga final Australia Terbuka akan menjadi unjuk ketangguhan antara Novak Djokovic (Serbia) dan Stefanos Tsitsipas (Yunani) untuk menyagel...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya