Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic, yang memenangkan gelar Wimbledon untuk keenam kalinya dan menyamai rekor 20 gelar Grand Slam, Minggu (11/7), merupakan pahlawan olahraga yang dipuja bukan hanya di Serbia namun di negara-negara pecahan Yugoslavia.
Penggemar tenis dan warga di kawasan, yang tersiksa akibat perang selama periode 1990-an seiring runtuhnya Yugoslavia, memuja Djokovic bukan hanya karena kesuksesannya di dunia olahraga namun juga karena kerja kemanusiaannya.
Djokovic menyumbangkan dana untuk Kroasia, Bosnia, dan Serbia, saat banjir melanda ketiga negara itu pada 2014.
Baca juga: Berrettini Mengaku Dapat Pelajaran Berharga dari Djokovic
Kala itu, lewat Twitter, Djokovic mengaku hatinya menjerit melihat sedemikian banyak orang harus mengungsi akibat banjir.
"Hidup seluruh warga pecahan Yugoslavia. Tuhan mendampingi kalian semua," cicit Djokovic.
Djokovic juga menyumbangkan dana untuk membantu pemerintah Serbia memerangi pandemi covid-19. Selain itu, dia juga menyumbangkan ventilator untuk negara tetangga, Montenegro.
"Nole (sapaan Djokovic) merupakan perwakilan kita semua. Bukan hanya warga Serbia namun juga Kroasia, Muslim, semuanya," ujar Kristina Popovic, seorang pegawai bank.
"Dia selalu membantu kami. Hal itu membuat dia sangat populer di kawasan ini," lanjut warga Beograd itu.
Di Kroasia dan Bosnia, yang memiliki hubungan yang panas dengan Serbia selepas perang pada 1990-an, Djokovic sangat dihormati dan dicintai.
Bagi Semir Osmanagic, pendiri Taman Piramid di Bosnia, yang telah dikunjungi tiga kali oleh Djokovic, petenis itu "Menjalin komunikasi dengan semua warga di negara-negara pecahan Yugoslavia lebih baik ketimbang para politisi, yang memilih memecah belah kita semua."
Ayah Djokovic, Srdjan, pada 2020, mengatakan anaknya memandang semua negara pecahan Yugoslavia sebagai negaranya.
"Dia tidak pernah membeda-bedakan negara-negara itu terlebih saat mereka membutuhkan bantuan," ungkap Srdjan Djokovic.
Mantan juara Wimbledon asal Kroasia Goran Ivanisevic adalah pelatih Djokovic. Selain itu, keterikatan Djokovic dengan Kroasia adalah ibunya memiliki darah Kroasia.
Petenis Serbia itu kerap menghabiskan liburan musim panas di pantai Kroasia yang disebutnya sebagai 'tempat paling indah di dunia'.
"Saya selalu merasa nyaman di Kroasia. Orang-orangnya selalu menerima saya dengan tangan terbuka," ujar Djokovic pada 2019.
Saat warga Kroasia mencintai dirinya, Djokovic juga mendukung para atlet asal Kroasia, sama seperti kala Piala Dunia 2018, saat Kroasia sukses menjadi runner-up.
Namun, dukungan Djokovic bagi timnas Kroasia menuai kritik di media massa dan media sosial di Serbia.
"Siapa yang bisa saya dukung selain Kroasia? Saya merasa Kroasia adalah bagian dari saya," jawab Djokovic pada 2019.
Djokovic memiliki hubungan yang erat dengan kota kelahirannya Beograd. Dia kerap mengunjungi kota itu untuk bertemu dengan rekan-rekannya di masa kecil.
Beberapa hari setelah menjadi juara Prancis Terbuka, bulan lalu, Djokovic kembali ke ibu kota Serbia itu untuk menghadiri pesta pernikahan salah satu sahabatnya.
"Dia tidak pernah melupakan asalnya. Itulah yang membuat saya menyukai dia," ujar Nedeljko Savic, warga Beograd yang berprofesi sebagai koki.
Selain itu, Djokovic juga melakukan sejumlaj investasi di Serbia dengan membuka restoran dan sekolah tenis di Beograd.
Pusat Tenis Novak, yang berada di pusat kota Beograd, diharapkan bisa melahirkan petenis-petenis masa depan Serbia.
Di Beograd, Djokovic juga mendirikan lembaga amal, Novak Djokovic Foundation, yang dipimpin oleh istrinya, Jelena, yang mendukung pendidikan usia dini. (AFP/OL-1)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved