Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MIMPI Roger Federer menyamai rekor sembilan titel Wimbledon sirna menyusul kekalahan 6-3, 7-6(4), dan 6-0 di perempat final dari petenis Polandia Hubert Hurkacz, Rabu (7/7).
Sebelum turnamen berdurasi dua pekan itu digelar, Hurkacz, yang merupakan unggulan ke-14, memenangi hanya empat pertandingan di lapangan rumput tapi tidak ada yang menyangka di balik kurangnya pengalaman di lapangan rumput, ia menampilkan permainan yang menakjubkan melawan idola masa kecilnya.
Sorak sorai dan tepuk tangan dengan berdiri dari penonton tidak mampu menyelamatkan Federer dari pembantaian di Centre Court hari itu saat tubuhnya yang berusia 39 tahun pada akhirnya menyerah.
Baca juga: Kerber Bersiap Hadapi Barty di Semifinal Wimbledon
Forehand Federer yang mengarah ke tramline memberi Hurkacz kemenangan terbesar dalam kariernya saat para fan tertegun mendapati itu merupakan penampilan terakhir sang petenis Swiss di Wimbledon tahun ini.
Tidak ada cara yang lebih kejam dari kalah 0-6 di set terakhir dalam penampilan ke-22 Federer di turnament tersebut.
Federer, pemegang rekor 20 titel Grand Slam, mengejar rekor sembilan gelar Martina Navratilova di All England Club.
"Saya tidak tahu apakah kita akan melihat orang hebat itu lagi di sini," kata mantan juara Boris Becker, menyuarakan kekhawatiran ribuan fan yang memadati All England Club untuk menyaksikan Federer serta jutaan pemirsa di televisi.
Hurkacz baru berusia dua tahun ketika Federer melakukan debut di Wimbledon pada 1999 dan berusia enam tahun ketika petenis Swiss itu memenangi titel pertama Grand Slamnya pada 2003.
Dia akan berharap menjaga rentetan kemenangannya di turnamen tersebut saat ia tidak hanya mengalahkan Federer tapi juga menyingkirkan petenis
peringkat dua dunia Daniil Medvedev, satu hari sebelumnya.
"Sangat spesial bagi saya bermain di lapangan ini melawan Roger. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," kata petenis berusia 24 tahun itu, yang akan menghadapi Matteo Berrettini atau Felix Auger Aliassime untuk memperebutkan satu tempat di final.
"Saya sangat bangga dan sangat senang berada di sini. Saya tidak sabar menunggu yang berikutnya," lanjutnya.
Ketika ditanya apakah dia mengira bisa menjadi juara, Hurkacz menjawab, "Kemungkinan tidak." (Ant/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Novak Djokovic dipastikan lolos ke ATP Finals 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis, dikutip dari ATP, Minggu (19/10).
Roger Federer adalah satu dari hanya delapan petenis putra dalam sejarah tenis yang meraih gelar Grand Slam tunggal.
Forbes melaporkan Roger Federer menjadi petenis dengan penghasilan tertinggi. Ia memiliki kekayaan bersih sekitar US$1,1 miliar.
Kedatangan Federer ke pusat pelatihan tenis di Manacor menjadi momen istimewa.
Novak Djokovic, peraih 24 gelar Grand Slam, mengungkapkan hubungan "naik turun" dengan sesama bintang tenis, Roger Federer dan Rafael Nadal.
Roger Federer menulis surat menyentuh untuk Rafael Nadal, yang bertanding di Final 8 Piala Davis di Malaga menjelang akhir karier petenis Spanyol itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved