Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
ROOKIE MotoGP asal tim Parmac Racing Ducati Jorge Martin berhasil menyejajarkan pencapaiannya dengan catatan milik bintang Repsol Honda Marc Marquez pada 2013 saat ia sukses meraih podium pertamanya hanya dalam dua seri balapan.
Tampil luar biasa di MotoGP seri Grand Prix Doha, Senin (5/4), Martin memimpin di hampir sepanjang balapan sebelum akhirnya disalip Fabio Quartararo (Yamaha) pada lap ke-19. Hal itu membuatnya harus puas finis di urutan ketiga.
"Saya ingin tetap di depan karena saya merasa bisa menangani ban belakang dengan baik di awal," sebut Martin, dikutip dari Speedweek, Senin (5/4) WIB.
Baca juga: Johann Zarco Pimpin Klasemen Sementara MotoGP 2021
"Ketika saya mendengar suara mesin tepat di belakang saya, saya terus berupaya mendorong kecepatan motor. Saya merasa saya harus tetap di depan karena jika seseorang berhasil menyusul saya, saya akan mendapatkan masalah, karena saya merasa kecepatan balapan saya tidak luar biasa," tuturnya.
Meski hanya mampu finis di posisi ketiga, berjarak 1,500 detik dari Quartararo di posisi pertama, Martin mengaku tetap senang dengan hasil yang didapatnya. Ia merasa pencapaian otu merupakan awal yang baik baginya di MotoGP.
"Saya mengakui bahwa Fabio memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari saya dan saya tidak mengeluh karena finis di posisi ketiga. Saya rasa saya mengemudi dengan cemerlang kali ini dan sangat dewasa," sebutnya.
"Dan saya merasa masih membutuhkan lebih banyak putaran dan lebih banyak pengalaman. Tapi yang terpenting saya berhasil mendapatkan podium pertama saya," tukasnya.
Dalam rangkaian GP di Doha, Martin telah menunjukkan performa luar biasanya sebagai seorang rookie, menduduki posisi kelima di klasemen Moto2 pada musim 2020.
Sebelum kejuaraan berlangsung, Martin berhasil meraih posisi pole pertamanya di MotoGP pada babak kualifikasi. Tentu pencapaian itu merupakan awal yang baik bagi seorang debutan MotoGP. (Speedweek/OL-1)
Dengan kemenangan tersebut, Marquez berhasil mencatatkan kemenangan ketujuh secara beruntun musim ini.
Fabio Quartararo (Yamaha) gagal mengerem tepat waktu sehingga motornya meluncur tak terkendali ke arah rombongan, termasuk Marquez
Musim ini, Marc Marquez menunjukkan dominasi luar biasa dengan memenangi 9 dari 13 balapan utama dan 12 balapan terakhir secara beruntun, termasuk Sprint Race.
MARC Marquez mengaku sempat merasakan ancaman dari Fermin Aldeguer pada putaran akhir MotoGP Austria.
Pada tujuh kali balapan GP Austria sebelumnya, Marc Marquez selalu gagal finis terdepan pada balapan utama di Spielberg.
Tambahan poin penuh membuat Marc Marquez kini mengoleksi 418 poin, unggul 142 poin dari adiknya, Alex Marquez, yang berada di posisi kedua klasemen MotoGP.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved