Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MIMPI petenis Spanyol Rafael Nadal untuk meraih gelar perdananya di Paris Masters 2020 kandas lawan di babak semifinal atas Petenis Jerman Alexander Zverev.
Meraih kemenanga ke-1000 sepanjang karirnya di babak 32 besar Paris Masters, Nadal gagal melanjutkan performa terbaiknya di Paris, Prancis. Kekalahan Petenis peringkat dua dunia itu juga memupuskan harapannya untuk menyamai rekor Novak Djokovic yang telah meraih 36 gelar Masters 1000.
Petenis berusia 23 tahun, Zverev sukses menampilkan penampilan gemilangnya mengalahkan Nadal dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 7-5, menambah kemenangan dalam rekor pertemuannya melawan Nadal menjadi 2-5.
"Saya pikir saya meningkatkan level permainan saya saat tertinggal 4-5 pada set kedua dan kemudian semuanya berjalan baik. Saya senang berada di Final" ucap Zverev.
"Saya baru saja mengalahkan Rafael Nadal, melawan Nadal tidak pernah mudah dilakukan. Saya pikir seluruh dunia akan setuju dengan penilaian itu, termasuk semua petenis," imbuhnya.
Baca juga : Hentikan Schwartzman, Medvedev Melaju ke Semifinal Paris Masters
Dominasi servis Zverev pada pertandingan menjadi kunci besar kemenangannya, petenis Jerman itu memenangkan delapan game Servis pertamanya.
Namun seperti biasa, Nadal terus mencoba mencari solusi untuk keluar dari tekanan Zverev dan ia berhasil melakukannya pada awal set kedua, petenis unggulan pertama itu sukses mematahkan ritme servis dan memimpin 5-4 pada set kedua.
Merasa terus tertinggal, Zverev pun bangkit dengan meningkatkan level permainanya untuk merebut kemenangan 7-5.
"Saya memiliki banyak peluang pada awal set kedua, namun saya tidak dapat memanfaatkannya," tutur Zverev. "Pada momen itu satu-satunya cara untuk membalikan keadaan adalah dengan meningkatkan level permainan, dan saya berhasil melakukannya," tukasnya.
Atas kemenangan tersebut, Zverev pun bersiap menantang petenis Rusia Daniil Medvedev untuk memperebutkan gelar Paris Masters 2020. (Atptour/OL-2)
Jannik Sinner berpotensi menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Sunshine Double sejak Roger Federer pada 2017.
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Jannik Sinner menjadi juara Paris Masters untuk pertama kalinya setelah menaklukkan Felix Auger-Aliassime dua set langsung 6-4 dan 7-6 (4), Minggu (2/11) waktu setempat.
Petenis Italia Jannik Sinner terus menunjukkan performa gemilang di turnamen Paris Masters 2025
Alex de Minaur memastikan tempat di Nitto ATP Finals 2025 setelah mencapai perempat final Rolex Paris Masters.
Ben Shelton memastikan tempat di Nitto ATP Finals 2025 setelah mencapai perempat final Rolex Paris Masters.
Cameron Norrie gagal melanjutkan performa gemilangnya di Paris Masters setelah kalah dari Valentin Vacherot dua set langsung.
Sinner berpeluang kembali jadi petenis terbaik dunia jika juara di Paris Masters.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved