Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BERHASIL mencatat kemenangan ke-92 dalam karir Formula 1 (F1), yang juga memecahkan rekor kemenangan milik legend F1 Michael Schumacher. Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kemenangannya di Grand Prix Portugal tak berjalan lancar seperti kelihatannya.
Pembalap Mercedes itu mengungkapkan, bahwa ia sempat menderita keram kaki saat menjelang akhir balapan.
"Anda tahu ini olahrahga fisik yang luar biasa, dan saya mengalami kram di betis kanan saya," ungkap Hamilton.
"Mengangkat kaki saya di posisi lurus cukup menyakitkan, saya bisa merasakan tarikannya. Tapi saya harus melewatinya," jelasnya.
Mengawali balapan dengan kurang baik di lap pembuka, dimana ia berjuang untuk menaikkan suhu ban mediumnya di trek yang sedikit lembab. Hamilton membiarkan pesaingnya Max Verstappen menggunggulinya dan berharap dapat membalapnya di lap berikutnya.
"Hari ini semuanya tentang suhu ban," ujar Hamilton.
Baca juga : Marc Marquez Semangati Alex Pascainsiden di GP Teruel
"Kami memilih ban medium, dan saya merasa set-upnya bagus, tetapi memasuki tikungan ketujuh kami mengalami oversteer yang sangat besar," jelasnya.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika dipaksakan, jadi saya mundur membiarkan Max mendahului saya dan berharap dapat kembali menyalipnya nanti. Untunglah saya bisa melakukan itu," terangnya.
Memecahkan rekor kemenangan milik Schumacher, pembalap Britania Raya itu mengaku masih berusaha untuk terus memenangkan tiap balapan sepanjang karirnya.
"Ini akan membutuhkan waktu untuk merenungi apa yang sudah tercapai, tapi anda tahu saya masih berusaha keras untuk melampau batas. Saya masih sangat bersemangat untuk melakukan balapan," sebutnya.
Kemenangan Hamilton di GP Portugal kali ini, juga sukses memperpanjang jarak keunggulannya, dengan lima balapan tersisa pada musim ini, pembalap berusia 35 tahun itu bertengger di puncak klasemen sementara dengan jarak 77 poin dari rekan setimnya Valtteri Bottas yang menempati posisi kedua. (Motorsport/OL-2)
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved