Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Monster Energy Yamaha Maverick Vinales menilai sirkuit MotoGP Prancis akan cocok dengan motor balap milik Yamaha yang ia tunggangi.
Pria asal Spanyol itu kini telah move on dari balapan terakhir di GP Catalan, setelah pemenang balapan di Misano itu harus puas finis di posisi kesembilan terpaut 13,607 detik dari pemimpin puncak Fabio Quartararo.
Menduduki peringkat tiga di klasemen, Vinales bersiap untuk menampilkan performa terbaiknya di Le Mans dan mengumpulkan poin untuk merangkak naik ke puncak klasmen.
"Kami telah melupakan apa yang terjadi di Montmelo dan berkonsentrasi sepenuhnya pada pekerjaan yang harus diselesaikan sekarang," sebut Vinales.
"Saya yakin dapat memperbaiki itu, karena kami tahu sirkuit Le Mans akan cocok dengan motor kami jika kami bisa melakukannya dengan benar," imbuhnya.
Pria berusia 25 tahun itu telah merayakan sejumlah podium dan kemenangan di lintasan Prancis, pada 2011 lalu ia meraih kemenangan GP pertama dalam karirnya di kelas 125 cc di Sirkuit Bugatti, di kelas utama ia sudah dua kali naik podium dimana pada 2016 Vinales finis di posisi ketiga, dan setahun kemudian meraih kemenangan di Le Mans.
"Seperti biasa, cuaca bisa menjadi penentu, terutama di musim ini ketika kami melakukan perjalanan ke Le Mans di akhir tahun. Saya ingin tahu apa yang bisa kami lakukan tahun ini," tuturnya.
MotoGP selanjutnya akan digelar di Le Mans, Prancis dimana dijadwalkan akan dimulai pada 9-11 Oktober pekan ini. (Rif/Speedweek)
Jorge Lorenzo akan berperan sebagai pelatih Maverick Vinales yang meninjau kondisi fisik jelang balapan dengan fokus pada menu latihan rutin dan proses pemulihan pasca balapan.
Maverick Vinales sebelumnya absen cukup lama setelah menderita ketidaknyamanan ketika bersaing di GP Indonesia, Oktober lalu
Pembalap Red Bull KTM Pol Espargaro, yang berperan sebagai pembalap cadangan, akan menggantikan Maverick Vinales di GP Australia dan GP Malaysia, karena Vinales mengalami cedera.
Vinales masih sempat turun di sesi kualifikasi MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika pada Sabtu (4/10).
Bagi Pol Espargaro, kesempatan ini sekaligus menjadi ujian berbeda setelah sebelumnya menjalani serangkaian tes di Balaton Park.
Marquez unggul cukup meyakinkan atas Maverick Vinales.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved