Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MARC Marquez sukses menjalani operasi kedua di Spanyol, Senin (3/8) waktu setempat, setelah plat titanium yang terpasang di tulang humerus kanannya mengalami kerusakan karena akumulasi tekanan. Hal itu disampaikan laman resmi MotoGP.
Dokter Xavier Mir dan tim di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, Spanyol berhasil mengganti plat titanium itu dan sang juara dunia akan beristirahat di rumah sakit untuk 48 jam ke depan.
"Marc Marquez menjalani operasi 13 hari lalu dan hari ini ia kembali ke ruang operasi. Operasi pertama sukses, apa yang tidak diduga adalah platnya tidak cukup," kata Mir.
Baca juga: Peluang Besar Hamilton Jadi Juara Dunia
"Akumulasi tekanan di daerah yang dioperasi telah menyebabkan plat mengalami sejumlah kerusakan. Jadi, hari ini, plat titanium itu diambil dan diganti dengan yang baru."
"Sang pembalap tidak merasakan sakit selama periode itu. Dia selalu mengikuti saran medis yang diberikan dan apa yang dirasakan oleh tubuhnya. Sayangnya, tekanan berlebihan menyebabkan masalah ini," lanjutnya.
Marquez mengalami cedera tulang lengan kanan atas setelah terjatuh di seri pembuka MotoGP di Sirkuit Jerez pada 19 Juli lalu.
Setelah operasi pertama, Marquez dinyatakan fit untuk balapan seri kedua di sirkuit yang sama dan sempat mengikuti sesi latihan bebas ketiga dan babak kualifikasi.
Namun di Q1, pembalap Spanyol itu kembali ke garasi lebih awal dan memutuskan tidak ambil bagian di Grand Prix Andalusia karena kondisi lengannya tidak memungkinkan untuk digunakan balapan.
Setelah melewatkan dua seri balapan pertama, Marquez pun berharap bisa turun di seri ketiga yang akan digelar di Brno, Republik Ceko akhir pekan ini. (Ant/OL-1)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved