Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Repsol Honda Marc Marquez mengalami retak pada tulang kanan atas akibat kecelakaan saat balapan di MotoGP Spanyol, Minggu (19/7). Insiden itu mengikis ambisinya untuk mempertahankan gelar juara MotoGP tahun ini.
"Lengan bagian atas Marquez terbentur keras, sekarang tim medis sedang memeriksa dan melakukan X-Ray. Dia harus mendapatkan pain killer untuk mengatasi rasa sakit," kata bos tim Repsol Honda Alberto Puig
Marc akan dibawa ke Rumah Sakit Universitari Dexeus di Barcelona, Spanyol, Senin (20/7). Kemudian melakukan operasi pada Selasa (21/7) dipimpin oleh Dr Xavier Mir dan tim.
Baca juga: Alex Rins Absen di MotoGP Spanyol
Dengan kondisi seperti itu, tidak diketahui berapa lama pebalap asal Spanyol tersebut membutuhkan waktu untuk sembuh dari cederanya. Hal ini membuatnya kemungkinan besar harus absen pada balapan kedua MotoGP Andalusia.
Marc Marquez terhitung mengalami dua kali nasib sial saat balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez. Pertama, baru berjalan lima putaran, pembalap asal Catalan itu mengalami lowside di tikungan keempat dan membuatnya terperosok ke gravel.
Beruntung, meski posisinya melorot ke urutan-16, Marquez masih bisa melanjutkan balapan dan perlahan kembali ke jajaran depan bahkan sampai di posisi ketiga.
Saat balapan tinggal menyisakan empat lap lagi, Marc Marquez kembali mengalami kesialan. Motor yang dia tunggangi tak bisa dikendalikan, hingga sang Baby Alien terpelanting dengan di kecepatan tinggi. Insiden itu membuatnya gagal finish. (Crash/OL-8)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved