Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
TURNAMEN Amerika Serikat (AS) Terbuka 2020 yang dijadwalkan digelar pada 24 Agustus–13 September terancam dibatalkan.
Pasalnya, Billie Jean King Tennis Center tengah beralih fungsi menjadi rumah sakit sementara untuk membantu mengatasi pandemi virus korona (covid-19).
Baca juga: Legenda Lakers Magic Johnson Minta NBA Digelar tanpa Penonton
Federasi tenis AS (USTA) merilis pernyataan yang menyarankan semua orang untuk tidak bermain tenis sampai pandemi covid-19 setidaknya mulai mereda.
"Pada saat ini AS Terbuka tetap dikonfirmasi sesuai jadwal. Namun kemungkinan penundaan atau bahkan pembatalan seperti yang dialami Wimbledon, tak menutup kemungkinan bisa juga terjadi," tulis pernyataan USTA seperti dilansir Tennisworldusa.
Baca juga: Penggemar Emoh Nonton Laga di Stadion Tanpa Vaksin Covid-19
Saat ini, USTA hanya mencoba mengimbau untuk tidak melakukan aktivitasnya bermain tenis melihat situasi yang kurang kondusif di AS.
Pemerintah AS kemungkinan masih membutuhkan venue AS Terbuka, Billie Jean King Tennis Center, sebagai rumah sakit sementara untuk para korban covid-19 selama beberapa bulan ke depan. (X-15)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved