Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LIFTER andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, mengungkapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga belum memberikan perhatian penuh pada persiapan jelang Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, Eko yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang 2020 Asian Weightlifting Championship merasa tidak mendapat perhatian.
Terutama, dalam penentuan lokasi acara terbesar di Asia tersebut. Eko mengaku sampai saat ini belum ada kepastian terkait tempat penyelenggaraan ajang tersebut. Indonesia diketahui mendapat tawaran, namun tidak direspons Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Sebelum Olimpiade harusnya ada Kejuaraan Asia. Cuman tempatnya masih berubah-ubah, jadi belum pasti. Awalnya Kazakhstan terus Uzbekistan, tapi dibatalin lagi, jadi belum tahu lokasinya. Ditawarin ke Indonesia, Menporanya diam saja. Kalau bisa nyiapin Rp 500 juta, jadi tuh Kejuaraan Asia di Indonesia. Tapi ini cuman diam saja, jadi mau gimana," ungkap Eko saat ditemui di kawasan Senayan, Jumat (21/2).
Baca juga: Menpora Beri Bonus Lifter Muda Beprestasi di Kejuaraan Asia
Lebih lanjut, peraih medali emas ajang SEA Games 2019 mengatakan Kejuaraan Asia merupakan satu-satunya ajang yang akan dikuti sebelum Olimpiade Tokyo 2020. Dalam ajang tersebut, Eko mengaku tidak memiliki target khusus. Dirinya menjadikan ajang itu sebagai pemanasan sebelum bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.
"Saya mau ikut satu saja di Kejuaraan Asia nanti. Di sana saya mau ngejar total angkatan. Jadi mau gertak dulu aja. Karena sudah lolos Olimpiade, jadi itung-itung uji mental di sana. Saya mau coba angkatan pertama lebih ditinggikan dari biasanya. Target sih total 315 di angkatan pertama Kejuaraan Asia," papar Eko.
Menyoroti Olimpiade Tokyo 2020, Eko mengatakan dirinya tidak merasa terbebani. Saat ini, dia merasa termotivasi untuk mengejar medali emas Olimpiade. Sejak mengikuti Olimpiade Tiongkok 2008 lalu, prestasi terbaik yang pernah dia peroleh ialah medali perak pada Olimpiade Rio 2016. Sisanya, Eko hanya berhasil finish pada peringkat tiga atau hanya bisa membawa pulang medali perunggu.
"Saya belum pernah dapat medali emas Olimpiade. Jadi saya punya alasan sendiri untuk mengejar itu dan memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan dengan dukungan dari semua, saya bisa mempersembahkan yang terbaik," pungkasnya.(OL-11)
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Kemenpora membuka peluang domino masuk agenda olahraga nasional termasuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait program deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
TIM bulutangkis Indonesia tengah memasuki fase pematangan menuju SEA Games Thailand 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 sampai 20 Desember.
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved