Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM basket Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor akhir 109-76 saat berjumpa di Grup A Kualifikasi Piala FIBA Asia 2020 yang digelar di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2).
Bermain tanpa pemain naturalisasi seperti Lester Prosper dan Brandon Jawato, Indonesia sejatinya mampu tampil apik di awal laga.
Hingga time out kuarter perdana, Indonesia di awal mampu tampil menekan pertahanan Korea Selatan. Namun, tetap harus tertinggal 11-14.
Abraham Damar Grahita yang tengah mencoba melempar bola tiga angka harus diberhentikan paksa oleh pemain Korea, sehingga Indonesia sanggup mendapatkan tiga lemparan bebas, skor pun menjadi 16-14 untuk Merah-Putih.
Melalui Muhammad Hardian Wicaksono, Indonesia dibawa memimpin lebih jauh menjadi 18-14. Serangan Korea yang dimotori oleh Hoon Heo pun mencoba bangkit. Wicaksono kembali memberi kejutan dengan berhasil meraih tiga angka, sehingga skor menjadi 21-15.
Baca juga : Menang di Kualifikasi Jadi Harga Mati
Masuknya Arki Dikania Wisnu menambah semangat tempur Indonesia. di kuarter pertama, Indonesia unggul sembilan poin dari Korea Selatan.
Pada kuarter kedua, Korea mengamuk. Hoon Heo dkk. mampu mengubur mimpi Indonesia yang sempat unggul di kuarter pertama dengan menyusul poin menjadi 55-37.
Perbedaan kekuatan fisik sangat terlihat di pertarungan kuarter kedua. tanpa ampun, Korea terus meraih poin demi poin sehingga Korea unggul 18 poin. Indonesia hanya diberi tambahan 10 poin saat bermain di kuarter kedua.
Indonesia tak patah arang. Di kuarter ketiga, tim asuhan Rajko Toroman mampu memberikan perlawanan dengan menipiskan selisih poin menjadi 14 poin.
Permainan cepat ditambah kombinasi lemparan tiga angka, mampu menyulitkan Korea Selatan.
Namun, Timnas Indonesia semakin terlihat keteteran dipertengahan kuarter.
Baca juga : Venue Baru Bola Basket Berkapasitas 15-20 ribu Tempat Duduk
Arki Dikania Wisnu dkk. harus kesulitan memenangkan bola rebound, offense maupun defense membuat Indonesia kian tertinggal 51-91 di akhir kuarter ketiga.
Di kuarter keempat, skuat Merah Putih semakin tertinggal dari Korea Selatan. Indonesia akhirnya kalah dengan skor 76-109 dari Korea Selatan.
Kim Nakhyeon menjadi pencetak angka terbanyak Korea Selatan dengan 14 poin. Sementara Indonesia dipimpin oleh Abraham Damar Grahita mencatatkan 25 angka dan empat asis.
Di laga kedua, Indonesia akan menghadapi Filipina. Laga tersebut akan berlangsung Minggu (23/2) di Britama Arena.
Sebelumnya, Indonesia bertemu dengan Korea Selatan di Asian Games 2018. Tim Merah-Putih kalah 39 poin dari Korea Selatan. Padahal waktu itu, Korea Selatan diperkuat Ricardo Ratliffe. Sementara Indonesia juga memainkan pebasket naturalisasi Jamarr Johnson. (OL-7)
Bagi Jose Mourinho, melatih timnas adalah kepingan puzzle yang belum lengkap dalam karier kepelatihannya yang bergelimang gelar.
Pembenahan ini menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia memiliki peluang realistis menembus panggung Piala Dunia, setidaknya pada edisi 2034.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
Meski tidak menyandang status sebagai tim unggulan utama, Ronald Koeman yakin timnas Belanda mampu berbicara banyak dan mengejutkan di Piala Dunia 2026.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
FIFA PASS resmi hadir untuk mempermudah visa Amerika Serikat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Simak fitur, cara kerja, dan syaratnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved