Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum bisa berbicara banyak dalam BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok, pekan lalu. Ganda putri peringkat delapan dunia itu harus rela jadi juru kunci Grup A seusai menelan tiga kekalahan di fase penyisihan grup.
Faktor kebugaran fisik yang tak maksimal dinilai menjadi penyebab kegagalan Greysia/Apriyani.
“Pola permainan yang coba diterapkan sebetulnya sudah benar, tetapi karena kondisi kebugarannya yang kurang bagus, jadi hasilnya yang kurang memuaskan,” tutur pelatih kepala ganda putri, Eng Hian, seperti dikutip badminton.org, kemarin.
Menurut Eng Hian, kebugaran fisik inilah yang segera diperbaiki. Menurutnya, masih ada waktu untuk memperbaiki ini sebelum kejuaraan berikutnya di 2020.
Eng Hian juga mengomentari kualitas servis yang dimiliki Greysia. Menurutnya, servis yang dilakukan Greysia bisa menimbulkan kerugian untuk keduanya dan sangat menguntungkan untuk lawan. “Greysia harus bisa memperbaiki kualitas servisnya karena beberapa kali lawan mendapatkan poin gratis minimal lima poin di setiap gimnya,” ujarnya.
Selain ganda putri, ganda campuran Indonesia juga meraih hasil buruk di BWF World Tour Finals 2019. Dua wakil Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, tersingkir di penyisihan grup.
Pelatih ganda campuran PBSI, Nova Widianto, mengatakan Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria tak tampil sebagaimana mestinya. Penampilan kedua pasangan itu masih jauh dari memuaskan.
“Tentunya hasil ini tidak sesuai dengan target karena harapannya setidaknya ada satu wakil yang lolos ke semifinal. Saya sudah me-ngantongi beberapa poin yang harus segera dievaluasi,” ujarnya.
Nova menuturkan Praveen/Melati dinilainya perlu meningkatkan segi fokus dan konsentrasi di lapangan. Adapun Hafiz/Gloria, kata Nova, masih banyak yang harus diperbaiki, khususnya secara teknik. (Ykb/R-1)
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Kepastian tiket babak 32 besar Ruichang Tiongkok Masters didapat Taufik/Apriyani usai memenangi duel melawan sesama wakil Merah Putih, Daniel Edgar Marvino/Lanny Tria Mayasari.
Rachel/Febi menyerah di tangan pasangan Tiongkok Bao Li Jing/Luo Xu Min di putaran pertama Swiss Terbuka dengan skor 9-21 dan 19-21.
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved