Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Repsol Honda, memertahankan rekor sempurnanya dengan menjadi yang tercepat di GP Australia 2019 di Philip Island, Minggu (27/10). Marc Marquez sanggup memenangkan pertarungan ketat dengan pembalap Yamaha, Maverick Vinales yang terjatuh di putaran terakhir.
Jatuhnya Vinales menjadi berkah bagi pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow dan rider Pramac Ducati, Jack Miller, yang meraih posisi kedua dan ketiga di bawah Marquez.
Di awal balapan, kejutan datang dari pembalap Yamaha, Valentino Rossi. Mengawali balapan di posisi keempat, The Doctor sukses melaju dan memimpin jalannya balapan.
Sementara itu, pembalap Ducati, Danilo Petrucci dan rider Petronas Yamaha, Fabio Quartararo mengalami tabrakan dan terpaksa mengakhiri balapan lebih cepat.
Kecelakaan bermula setelah Petrucci berusaha menghindari senggolan dengan Marquez. Sialnya, Petrucci malah terjatuh dan mengenai Quartararo yang ikut tergelincir.
Di lap keempat, Rossi harus rela disalip oleh Crutchlow dan pembalap Aprilia, Andrea Iannone. Pembalap yang sudah 400 kali start MotoGP sejak debut di kelas GP 125 di 1996 itu terlempar ke posisi delapan. Rossi hanya mampu menghabiskan sisa balapan untuk memperjuangkan posisi keempat.
Iannone pun menjadi pembalap Aprilia pertama musim ini yang mampu memimpin jalannya balapan MotoGP. Namun keunggulan Iannone tak berlangsung lama setelah Crutchlow kembali menyalipnya.
Memasuki lap kesepuluh, Vinales untuk pertama kalinya memimpin setelah melewati Crutchlow di tikungan keempat. Marquez yang sudah memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2019 melewati Frutchlow dan terus menguntit Vinales di posisi kedua.
Meski sudah memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2019, Marquez terus tancap gas dalam motornya. Pebalap asal Spanyol itu membayagi dan menekan Vinales yang memimpin balapan sejak lap ke-10.
Hasilnya, Marquez sukses melewati Vinales di trek lurus pada lap ke-26. Vinales yang bernafsu untuk juara di Australia harus gagal karena terjatuh di lap terakhir.
"Pada lap terakhir, rencanaku adalah menyalip di jalan utama dan menutup balapan kali ini dengan kemenangan," ujar Marquez.
Dengan begitu, Marquez resmi menjadi pembalap Honda yang meraih kemenangan terbanyak dengan 55 kali kemenangan. Baby Alien mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Michael Dohan dengan torehan 54 kali kemenangan.
"Dohan adalah pembalap legenda yang selalu saya ingat. Dan saya akan selalu ingat akan hal itu," tutur Marquez usai balapan.
baca juga: La Nyalla Ogah Akui Hasil Kongres PSSI
Kemenangan ini juga membuat langkah Marquez semakin mulus untuk memecahkan rekor poin terbanyak MotoGP selama satu musim. Ia mendapat tambahan 25 poin sehingga total poinnya menjadi 375 poin. Marquez hanya terpaut 8 poin dengan rekor milik Jorge Lorenzo yang berhasil mendulang 383 poin di musim 2010. Hasil hebat pun ditunjukkan Miller yang mengamankan podium kelas utama asal Australia pertama sejak terakhir ditorehkan pembalap Casey Stoner di 2012. (OL-3)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved