Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengeluhkan Stadion Madya dijadikan markas sementara klub Liga 1 Indonesia, Bhayangkara FC.
Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung beranggapan hal itu mengganggu latihan pelatnas tim atletik Indonesia.
Stadion Madya akan digunakan Bhayangkara FC selama bergulirnya Liga 1 Indonesia 2019. Itu terpaksa terjadi karena Stadion PTIK yang merupakan markas Bhayangkara tengah direnovasi hingga Agustus mendatang.
Tigor menjelaskan, saat ini, seluruh atlet PB PASI tengah mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi SEA Games 2019 serta kualifikasi Olimpiade 2020.
Para atlet, katanya, sudah lebih dulu menggunakan Stadion Madya sejak awal pelatnas.
"Selama ini, kita (para atlet pelatnas PB PASI) selalu latihan di Stadion Madya. Kalau stadionnya digunakan, pasti mengganggu jadwal latihan kita," kata Tigor di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (3/7).
Baca juga: Menpora Tinjau Pelatnas Jelang ASEAN Paragames dan Paralimpiade
Berupaya mencari solusi, Tigor menuturkan tim atletik Indonesia bakal menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai lokasi latihan sementara.
Akan tetapi, prosesnya pasti tidak mudah karena perlu perizinan lebih lanjut dan kabarnya SUGBK hanya boleh digunakan pada sore hari.
Sampai saat ini, Tigor mengungkapkan PB PASI masih mencari solusi atau alternatif lain untuk memecahkan permasalahan tersebut secepatnya. Sebab, efek terganggunya latihan sudah langsung terasa.
Menurut Tigor, semua atlet atletik Indonesia, termasuk Lalu Muhammad Zohri, tidak bisa berlatih di Stadion Madya pada Rabu (3/7). Pasalnya, Bhayangkara FC sedang mempersiapkan diri untuk menjamu Tira-Persikabo pada Kamis (4/7).
"Jadi, diharapkan Pusat Pengelola Kompleks GBK (PPK-GBK) mengetahui aspirasi kita bahwa latihan atletik akan terhenti kalau stadion itu dipakai," pungkas Tigor. (OL-2)
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Nama Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta menuju final Super League 2025/2026.
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved