Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petinggi ajang balap mobil Formula Satu (F1) menggelar pertemuan kemarin. Mereka membahas protes dari tim Ferrari terkait dengan pemberian penalti terhadap pembalapnya, Sebastian Vettel, pada Grand Prix (GP) di Kanada.
Pada seri ketujuh F1 yang digelar di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, pada Minggu (9/6) waktu setempat atau Senin (10/6) waktu Indonesia, pembalap Ferrari Sebastian Vettel telah memimpin lomba sejak lap pertama.
Vettel, pembalap Jerman yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia F1 itu berada di posisi terdepan dengan diikuti juara bertahan F1 dua kali, Lewis Hamilton dari tim Mercedes.
Kedua, Vettel dan Hamilton dari Inggris, juara dunia F1 lima kali, terus bersaing ketat. Namun, pada lap ke-48, pembalap Jerman berusia 31 tahun itu memotong tikungan ketiga dan keempat juga melintasi jalur rumput.
Akibat tindakan tersebut, Vettel dikenai penalti hukuman pengurangan waktu 5 detik. Kendati memenangi lomba, pembalap Ferrari dengan kendaraan nomor 5 itu harus puas dengan meraih podium kedua.
Sebaliknya, Hamilton yang menyentuh garis finis kedua di-nyatakan sebagai pemenang GP Kanada dengan waktu 1 jam 29 menit 07,084 detik. Setelah dikenai penalti, Vettel mencatat waktu 1 jam 29 menit 10,742 detik.
Pihak tim Ferrari menanyakan petugas panitia lomba yang memberikan penalti kepada Vettel sebagai hukuman yang tidak adil. Sebaliknya, petugas menilai tindakan Vettel membuat tindakan yang membahayakan bagi pembalap di belakanngya.
Petugas lomba menyatakan dengan ulah Vettel, Hamilton pun terpaksa membelokkan dan mengerem kendaraannya untuk menghindari tabrakan.
Namun, hingga berita diturun-kan, pembahasan para petinggi F1 dan wakil dari Ferrari belum diketahui hasilnya.
Di sisi lain, Vettel menilai dirinya tidak melakukan aksi yang membahayakan Hamilton. "Saat itu saya mengembalikan (kendaraan) ke trek untuk meyakinkan bahwa kendaraan terkendali," kata Vettel.
"Saat itu saya bisa mengandalkan dan meyakini semuanya baik. Saya melihat dari kaca spion dan melihat Lewis di belakang kanan saya," tambah Vettel yang menilai gelar juara GP Kanada dirampas Hamilton.
Bottas yakin atasi Hamilton
Sementara itu, hingga tujuh seri dan jelang seri kedelapan di Sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, Minggu (23/6), Hamilton dengan menjuarai lima lomba masih bertengger di posisi puncak dengan 162 poin.
Rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas yang dua kali menjadi juara berada di posisi kedua dengan 133 poin. Sementara itu, Vettel yang empat kali naik podium berada di posisi ketiga dengan 100 poin.
Dengan selisih 29 poin dan tersisa masih 14 seri lagi, Bottas dari Finlandia optimistis masih berpeluang untuk mengalahkan juara bertahan dua kali, Hamilton.
Pembalap yang dijuluki 'Bottas 2.0' siap meraih 29 poin atau juara pada GP Prancis yang digelar besok.
"Saya tidak ragu," kata Bottas kepada formula1.com. "Saya masih ingat juara terakhir saya dan start pertama saya seakan baru kemarin. Memang poin masih ada gap dengan Lewis, tapi ini bisa diatasi. Kini masih ada 14 lomba lagi dan masih banyak poin," ucap Bottas. (AFP/R-3)
Pembalap muda Mercedes Kimi Antonelli memenangi F1 GP Tiongkok 2026. Dominasi Mercedes dipertegas George Russell di posisi kedua, sementara Lewis Hamilton podium.
Formula 1 resmi membatalkan balapan di Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan April 2026. Keamanan menjadi prioritas utama di tengah situasi Timur Tengah yang memanas.
Dua pembalap Ferrari, yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, akan memulai balapan dari baris kedua setelah menempati posisi ketiga dan keempat.
George Russell mengamankan pole position untuk Sprint Race Formula 1 Chinese Grand Prix setelah tampil dominan dalam sesi kualifikasi di Shanghai.
KONFLIK di Timur tengah mengancam agenda Formula 1 dan Grand Prix atau GP Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi yang sebelumnya akan diumumkan pada akhir pekan ini.
Pria asal Monako itu mengingat kembali insiden pada GP Tiongkok 2025 ketika kedua mobil Ferrari didiskualifikasi setelah balapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved