Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJATINYA kemampuan para pebulu tangkis Indonesia tidak kalah dari negara-negara lain. Salah satu kelemahan utama para pebulu tangkis pelatnas lebih pada faktor mental.
Itu sebabnya mereka harus mengikis kekurangan tersebut, terutama dengan mendongkrak daya juang. Manajer tim Piala Sudirman Indonesia Susy Susanti mengungkapkan hal tersebut.
Menurut Susy, daya juang para pebulu tangkis Indonesia saat ini masih sangat kurang, terutama di bagian putri. Hal itu bisa dilihat dari hasil turnamen yang mereka ikuti.
"Terus terang, untuk tunggal putri kita masih kurang. Kadang mereka kalah karena bukan oleh lawan, tapi diri sendiri, kadang kalah sama keadaan. Makanya, salah satunya kenapa saya pilih Rionny Mainaky, dengan pengalaman dia melatih di Jepang berapa tahun kita harapkan bisa dia tularkan," kata Susy yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.
"Itu yang selalu saya ingatkan ke atlet-atlet karena dari pengalaman saya terjadi dan itu bukan saya saja, ada Koh Lius (Pongoh) dan yang lain. Prinsipnya dengan keuletan, ketegaran, pantang menyerah, kita bisa mengembalikan keadaan," lanjutnya.
Ketiadaan Liliyana Natsir, kata Susy, bukan berarti sektor ganda campuran Indonesia menjadi lemah. Justru sektor itu masih menjadi salah satu tumpuan untuk meraih angka kemenangan.
Kini sektor ganda campuran level elite diisi pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.
"Memang lebih yakin kali ini karena yang sekarang lebih ready buat main, yang cedera sudah disembuhin, tinggal di-maintain, sudah siap main semua," kata Praveen.
"Kami baru latihan sebentar jelang Piala Sudirman, tapi masih ada berapa hari latihan sebelum berangkat. Kalau chemistry sama Mely (Melati), saya sudah mengerti dia sejak lama. Yang perlu dibenahi itu lebih dimatengin saja, dari cara main, kadang suka berubah," tuturnya.
Berdasarkan hasil undian Piala Sudirman 2019, Indonesia berada di grup B bersama Denmark dan Inggris. (PBSI/Mln/R-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
Jika Indonesia Arena tidak memungkinkan, pemerintah juga membuka opsi penggunaan venue alternatifuntuk Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber.
Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga internasional.
Hasil di Piala Sudirman 2025 bisa menjadi tolok ukur kemajuan dan proses yang sudah berada dalam jalur yang benar.
Taufik Hidayat memastikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal melakukan evaluasi atas kegagalan bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Alwi Farhan menjadi salah satu nama yang diprediksi melejit setelah tampil menawan dengan menumbangkan andalan Denmark Anders Antonsen di babak grup Piala Sudirman 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved