Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Kohlschreiber Nyaris Jadi Mimpi Buruk Djokovic

(AFP/Mln/R-1)
18/4/2019 06:20
Kohlschreiber Nyaris Jadi Mimpi Buruk Djokovic
Petenis Serbia Novak Djokovic berjalan untuk berjabat tangan dengan petenis Jerman Philipp Kohlschreiber(AFP)

PETENIS nomor satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic, boleh jadi menyangka bakal menemui kesulitan saat berlaga pada babak kedua turnamen tenis Monte Carlo Masters. Betapa tidak? Saat menghadapi petenis nonunggulan asal Jerman, Philipp Kohlschreiber, Djokovic harus bermain tiga set sebelum menyegel tiket ke babak ketiga. Dalam laga itu Djokovic menang susah payah 6-3, 4-6, 6-4.

Juara dari tiga turnamen grand slam terakhir itu bahkan dipaksa membuat delapan double fault dan empat kali dropped serve.

"Itu benar-benar laga yang sulit. Ada banyak break. Benar-benar bukan laga yang indah," cetus petenis unggulan pertama tersebut selepas laga.

"Dia (Kohlschreiber) bermain sangat baik, tetapi menang tetap menang. Saya pikir ini laga terberat saya di lapangan tanah liat musim ini. Namun, itu juga bisa menjadi pelajaran buat saya untuk lebih banyak bergerak di lapangan jenis ini," lanjutnya.

Sebenarnya bukan kali ini saja Kohlschreiber memberikan kesulitan kepada the Djoker--julukan Djokovic. Bulan lalu petenis berusia 35 tahun itu memaksa pemilik 15 gelar grand slam tersebut angkat koper di babak ketiga turnamen Indian Wells.

Meski Djokovic harus memeras keringat, faktanya nasib dia jauh lebih baik ketimbang unggulan ketujuh, Marin Cilic. Petenis Kroasia itu harus pulang kampung lebih awal akibat takluk dari petenis Argentina, Guido Pella, 3-6, 7-5, 1-6 dalam waktu sekitar 2 jam.

"Ini mungkin jadi penampilan terbaik saya di lapangan ini. Saya tahu punya peluang, tapi saya harus bermain baik," kata Pella.

"Sebenarnya saya sempat gugup di awal-awal laga karena ini penampilan pertama di lapangan ini. Tetap kemudian saya mampu mengatasi masalah itu," lanjut petenis peringkat ke-35 dunia itu.

Nasib serupa dialami petenis unggulan kedelapan asal Rusia, Karen Khachanov. Ia harus mengakui keunggulan petenis Italia, Lorenzo Sonego, 6-7(4/7), 4-6.

Sebelumnya, petenis Jepang yang juga unggulan kelima, Kei Nishikori, telah lebih dulu harus angkat koper setelah ditaklukkan petenis Prancis, Pierre-Hugues Herbert 5-7, 4-6. Sementara itu, mantan juara di 2014, Stan Wawrinka, harus mengakui ketangguhan petenis Italia, Marco Cecchinato, 6-0, 5-7, 3-6. (AFP/Mln/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya