Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETANGGUHAN pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memang sudah teruji, terutama di Moto-GP Amerika Serikat. Tercatat sudah enam kali ia memenangi balapan di Circuit of the Americas tersebut.
Tidak mengherankan jika para pesaingnya begitu penasaran dengan kehebatan pembalap berjuluk the Baby Alien tersebut. Mereka pun beramai-ramai ingin mengalahkannya.
Di antara mereka yang berambisi mematahkan dominasi Marquez ialah Andrea Dovizioso (Ducati), Alex Rins (Suzuki), dan Valentino Rossi (Yamaha). “Memang akan sangat sulit mengalahkan Marquez, tapi tidak ada yang mustahil,” cetus Dovizioso.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dalam balapan. Memang dia sangat kencang di Austin, tapi masih mungkin mengalahkan dia di sini,” timpal Rins.
“Sekarang, nomor mengatakan bahwa Marc tak terkalahkan dan dia selalu menang di sini. Namun, tak masalah. Kami memiliki mentalitas yang menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk mengalahkan dia di sirkuit ini. Hanya, kami memang perlu keras,” kata Rossi pula. (Crash/Opn/R-2)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved