Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, tidak didampingi pelatih saat mengarungi All England yang bergulir di Birmingham, Inggris pada 6-10 Maret mendatang. Dia pun tampil sebagai atlet profesional.
Indonesia punya tiga tunggal putra di All England, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy. Dari ketiganya, hanya Tommy saja yang bukan termasuk atlet binaan pelatnas PBSI.
Tommy menjelaskan, tampil tanpa pelatih punya tantangan tersendiri dan membuat pertandingan jadi lebih berat. Tapi, bukan berarti situasi itu bakal menyurutkan semangat untuk mengejar kemenangan.
"Pasti ada pengaruh (tidak didampingi pelatih). Tapi, saya berusaha untuk tetap tampil fokus dan tenang. Saya tidak boleh kalah oleh keadaan. Saya datang ke sini untuk fokus bertanding," kata Tommy.
"Bermain dengan pelatih tentu lebih menguntungkan. Sebab, pelatih tahu situasi karena berada di luar lapangan. Kalau sendiri, terasa sulit untuk mengubah situasi dengan cepat," tambahnya.
Meski tidak didampingi pelatih, Tommy berhasil membuktikan diri dengan melewati babak pertama pada Rabu (6/3) lalu. Rajiv Ouseph yang menjadi lawannya saat itu, dia kalahkan dalam tempo 40 menit dengan skor, 21-16 dan 21-19.
Baca juga: Praveen/Melati Tundukkan Hafiz/Gloria di All England
Sekilas, kemenangan Tommy terlihat mudah karena pertandingannya bisa ditutup dalam dua game langsung. Tapi, Tommy tak ingin jemawa karena perjalanannya menuju gelar juara masih jauh. Selain itu, lawan di fase selanjutnya pun bakal lebih berat.
"Banyak pemain yang menunggu turnamen besar ini. Saya berharap penampilan tunggal putra mencapai terbaik dan saya berusaha maksimal pada pertandingan berikutnya," tutup Tommy yang kini berusia 30 tahun.
Tommy akan bentrok dengan tunggal putra Tiongkok, Huang Yuxiangpada babak kedua, Kamis 7 Maret. Lawannya itu sukses melewatibabak pertama setelah menundukkan unggulan ketiga asal Taiwan, Chou Tien Chen. (Medcom/OL-3)
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
Mereka menilai kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka yang baru pertama kali tampil di turnamen Super 1000.
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan pada All England 2026 dengan menembus babak semifinal.
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026 setelah memenangi laga derbi kontra rekan senegara
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil melaju ke babak 16 besar All England 2026
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memastikan langkah ke babak 16 besar All EnglandĀ 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas wakil India Ayush Shetty pada babak 32 besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved