Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Andrea Dovizioso membuka peluang menjajal olahraga jet darat, Formula 1. Menurutnya, Formula 1 merupakan olahraga yang sangat menarik.
"Saya sangat tertarik mencoba Formula 1. Jika Anda memiliki kesempatan, Anda harus mencobanya," ujar Dovizioso dilansir Gazzetta dello Sport.
Hal itu tak lepas setelah kampiun Formula, Lewis Hamilton, yang mencoba motor Yamaha YZR-R1 di Sirkuit Jerez Spanyol. Ia mencoba motor tersebut selama dua hari.
Baca juga: Ricciardo tidak Sabar Sambut Musim 2019
Meski tidak memiliki pengalaman, Dovizioso tetap mengapresiasi keberanian Hamilton. Pasalnya, Hamilton tidak memiliki pengalaman apa pun sebagai pembalap roda dua.
"Bagi seorang pembalap Formula 1, jika ia tidak memiliki pengalaman dengan sepeda motor, itu sangat berbahaya. Tapi senang rasanya melihat seseorang yang memiliki antusiasme untuk mencoba hal baru," pungkasnya.
Jika nantinya jadi menjajal mobil Formula 1, Dovi akan mengikui jejak Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan juara dunia MotoGP 2018, Marc Marquez yang sebelumnya juga sempat merasakan sensasi menggeber mobil F1. (Medcom/OL-2)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved