Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah hari ini 4 April 2026 : Awas Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di 14 Daerah 

Akhmad Safuan
04/4/2026 16:04
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah hari ini 4 April 2026 : Awas Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di 14 Daerah 
Warga Demak bergerak mengungsi karena banjir terjadi sejak Jumat (3/4) masih tinggi hingga merendam pemukiman penduduk.(Akhmad Safuan/MI)

PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 4 April 2026 yakni potensi cuaca ekstrem seperrti hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 14 daerah di Jawa Tengah, Warga diminta tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.

Cuaca ekstem mengakibatkan volume air di sungai meningkat hingga meluap dan tanggul sungai yang jebol di sejumlah titik, bencana banjir dengan ketinggian 20-150 centimeter masih merendam puluhan desa di Kabupaten Demak dan Grobogan,  Jawa Tengah.

Pada pagi cuaca Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur Jawa Tengah tidak merata dengan waktu dan durasi berbeda.

"Tetap waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berlangsung di belasan daerah di Jawa Tengah terutama pada sore hingga awal malam," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Sabtu (4/4).

Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Agus Triyono, tersebar di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian tengah dan timur serta sebagian Solo Raya yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati dan Kudus.

Sedangkan daerah lainnya, lanjut Agus Triyono, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.


Sementara itu banjir dengan ketinggian 20-150 centimeter masih merendam puluhan desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak dan Grobogan, selain mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi, banjir ini juga mengakibatkan lalulintas terganggu katebabmerendam sejumlah jalan utama.

Di Kabupaten Demak banjiretendam sejumlah desa di Kecamatan Guntur, Karangtengah dan Wonosalam akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik sepanjang 10-50 meter, sehingga tercatat ada sekitar 600 jiwa atau 150 keluarga terpaksa dievakuasi dan bertahan di pengungsian.

"Banjir belum surut karena tanggul yang jebol di Desa Trimulyo dan Sidorejo , Kecamatan Guntur belum tertutup dan volume air sungai masih tinggi," kata Kepala BPBD Demak Agus Sukiyono.

Setelah mengevakuasi ratusan jiwa ke tempat aman, ungkap Agus Sukiyono, tim gabungan dari BPBD, SAR, TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial,, PUPR hingga relawan, saat ini masih melakukan penanganan terhadap hal ini dengan mendistribusikan logistik dan obat-obatan serta penyisiran di daerah bencana.

Sementara itu di Kabupaten Grobogan, meskipun tidak menimbulkan gelombang pengungsian banjir akibat meluapnya sejumlah sungai karena volume air yang meningkat dratis, setelah hujan lebat mengguyur di kawasan hulu, mengakibatkan 14 desa di 4 kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air 20-60 centimeter.

Banjir Grobogan

Banjir di Grobogan ini, juga sempat mengganggu perjalanan kereta api karena rel di  jalur hilir antara Stasiun Karangjati-Stasiun Gubug, KM 32+7/8 Kabupaten Grobogan terendam banjir hingga ketinggian 25 centimeter dan lalulintas di ruas jalan Semarang-Purwodadi (Grobogan) juga terendam.

"Setelah dilakukan penanganan cepat, perjalanan kereta api kembali berjalan meskipun tetap harus hati-hati saat melintas rel di kawasan rawan banjir di jalur itu," kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya