Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kepala BNPB Tinjau Gereja Pasca-Gempa M 7,6, Jamin Ibadah Paskah di Minahasa Aman

Lina Herlina
03/4/2026 21:05
Kepala BNPB Tinjau Gereja Pasca-Gempa M 7,6, Jamin Ibadah Paskah di Minahasa Aman
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau pelaksanaan ibadah di Gereja Minahasa, Sulut(Lina Herlina /MI)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, memastikan umat Katolik di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) dapat menjalankan ibadah Paskah dengan aman. Bangunan gereja rusak akibat gempa bumi berkekuatan 7,6M  yang mengguncang Sulut.

Jaminan itu disampaikan usai meninjau langsung Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus di Rumengkor, Jumat (3/4), sekaligus untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. 

Kunjungannya difokuskan pada Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor. Salah satu fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan minor pada bagian atap.

“Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang,” tegas Suharyanto di lokasi, Jumat siang. 

Ia mengungkapkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lebih dari 400 kali gempa susulan pasca-gempa utama. Namun, BMKG memastikan tidak ada lagi potensi gempa dengan skala lebih besar dari M 7,6.

Kunjungan ini berlangsung pada momen kritis, bertepatan dengan rangkaian Pekan Suci, dari Jumat Agung hingga Paskah. Untuk itu, Suharyanto menjanjikan perbaikan segera terhadap kerusakan gereja. 

Ia menyebut, proses perbaikan akan difasilitasi pemerintah pusat melalui BNPB, dengan syarat Pemerintah Kabupaten Minahasa segera menetapkan status kedaruratan bencana.

“Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelasnya.

Suharyanto juga memastikan bahwa pemerintah tidak membatasi anggaran untuk pemulihan pascabencana.

"Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Suharyanto berharap masa transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara berlangsung cepat, sehingga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat dapat kembali normal. 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan terus berdoa agar frekuensi bencana di Indonesia ke depan semakin berkurang. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya