Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Toleransi di Ujung Flores, Remaja Masjid Ikut Kawal Ibadah Paskah

Marianus Marselus
02/4/2026 17:02
Toleransi di Ujung Flores, Remaja Masjid Ikut Kawal Ibadah Paskah
KEPOLISIAN Resor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar operasi kewilayahan bertajuk “Semana Santa Turangga 2026”(Dok. Istimewa)

KEPOLISIAN Resor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar operasi kewilayahan bertajuk “Semana Santa Turangga 2026”, sebuah agenda pengamanan terpadu yang berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026. Operasi ini tidak hanya menyasar aspek keamanan, tetapi juga menjamin kenyamanan umat Kristiani dalam menjalani rangkaian ibadah dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah.

Kapolres Manggarai Barat, AKB Christian Kadang, menegaskan pendekatan pengamanan tahun ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya aparat keamanan, berbagai unsur pemerintah daerah hingga masyarakat sipil turut dilibatkan.

Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari jajaran Polres Manggarai Barat, Polsek, serta dukungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT. Mereka bekerja berdampingan dengan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pramuka, hingga kelompok remaja masjid.

“Kami tidak bekerja sendiri. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen, demi memastikan umat dapat beribadah dengan aman dan khusyuk,” ujar Christian, Kamis (2/4).

Toleransi yang Hidup di Lapangan

Di antara skema pengamanan yang disusun rapi, ada satu hal yang mencuri perhatian: keterlibatan aktif remaja masjid dalam menjaga keamanan gereja. Di sejumlah titik ibadah di Labuan Bajo, pemuda Muslim terlihat membantu pengamanan, mengatur parkir, hingga menyambut umat yang datang beribadah.

Fenomena ini bukan sekadar simbolik, melainkan cerminan relasi sosial yang telah lama terbangun di Manggarai Barat—sebuah wilayah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.

“Kehadiran remaja masjid ini adalah wajah asli Manggarai Barat. Toleransi di sini bukan slogan, tetapi praktik nyata di lapangan,” kata Christian.

Di tengah meningkatnya polarisasi di berbagai daerah, praktik gotong royong lintas iman di Labuan Bajo menjadi penanda bahwa harmoni sosial masih terjaga kuat. Perayaan keagamaan tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga momentum mempererat kohesi sosial masyarakat.

Pemetaan Risiko dan Pengamanan Berlapis

Dari sisi teknis, Polres Manggarai Barat melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi kerawanan. Sebanyak 62 gereja di seluruh wilayah kabupaten masuk dalam daftar pengamanan, baik gereja Katolik maupun Protestan.

Enam di antaranya ditetapkan sebagai prioritas utama, dengan pertimbangan tingginya jumlah jemaat dan intensitas aktivitas ibadah.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari gangguan keamanan hingga kepadatan lalu lintas, aparat mendirikan empat Pos Pengamanan (Pospam) dan satu Pos Pelayanan (Posyan) di titik-titik strategis.

Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat kendali lapangan, sekaligus tempat masyarakat memperoleh informasi dan bantuan cepat.

“Pospam dan Posyan menjadi bagian penting dalam sistem respons cepat kami. Masyarakat bisa langsung mengakses bantuan jika dibutuhkan,” jelas Christian.

Selain itu, patroli rutin ditingkatkan, terutama di kawasan publik, pusat keramaian, serta jalur-jalur utama menuju lokasi ibadah. Pengamanan juga dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Menjaga Stabilitas di Kawasan Pariwisata

Pengamanan Paskah di Labuan Bajo memiliki dimensi yang lebih kompleks dibandingkan wilayah lain. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan, Labuan Bajo juga merupakan destinasi wisata unggulan nasional yang tetap ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Artinya, aparat tidak hanya menjaga keamanan ibadah, tetapi juga memastikan aktivitas pariwisata tetap berjalan tanpa mengganggu kekhusyukan umat.

Keseimbangan antara kepentingan spiritual dan ekonomi ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, aparat optimistis sinergi lintas sektor mampu menjaga keduanya tetap berjalan selaras.

Kewaspadaan Tanpa Mengganggu Kekhidmatan

Meski situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini terpantau kondusif, Polres Manggarai Barat tetap mengedepankan prinsip kewaspadaan.

“Situasi memang aman, tetapi kami tidak ingin lengah. Pencegahan tetap menjadi prioritas,” tegas Christian.

Pendekatan humanis juga dikedepankan dalam pengamanan. Aparat diinstruksikan untuk tetap mengedepankan sikap persuasif, sehingga kehadiran mereka tidak mengganggu kekhidmatan ibadah.

Fondasi Kebersamaan

Lebih dari sekadar operasi pengamanan, Semana Santa Turangga 2026 menjadi refleksi tentang bagaimana keamanan, toleransi, dan kebersamaan dapat berjalan beriringan.

Di Labuan Bajo, Paskah bukan hanya perayaan umat Kristiani, tetapi juga perayaan nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui batas agama.

“Kami ingin memastikan semua berjalan aman. Tapi lebih dari itu, kami ingin menjaga kebersamaan yang sudah terbangun ini,” pungkas Christian.

Di tengah dunia yang kerap diwarnai ketegangan identitas, Labuan Bajo menunjukkan bahwa harmoni bukan sesuatu yang mustahil; ia hidup, tumbuh, dan dijaga bersama. (MM/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya