Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Gempa Sulawesi Utara: Tsunami Kecil Terdeteksi, Rumah Ibadah Rusak

Lina Herlina
02/4/2026 10:09
Gempa Sulawesi Utara: Tsunami Kecil Terdeteksi, Rumah Ibadah Rusak
Rumah ibadah yang rusak akibat gempa.(MI/Lina Herlina)

GEMPA bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 mengguncang perairan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) dini hari. Peristiwa ini memicu kepanikan massal dan menyebabkan gelombang tsunami kecil terdeteksi di dua wilayah pesisir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengeluarkan imbauan agar warga di kawasan pesisir menjauhi area pantai. Guncangan kuat dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni hingga 20 detik, yang memicu kekhawatiran akan dampak kerusakan lebih lanjut.

Detail Episenter dan Kekuatan Gempa

Berdasarkan data teknis, episenter gempa tektonik ini terletak di laut, tepatnya tenggara Kota Bitung, pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. Getaran hebat tidak hanya dirasakan di Bitung, tetapi juga merambat hingga Kota Ternate, Maluku Utara.

Di Ternate, warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat getaran berlangsung antara 10 hingga 20 detik. Hingga pukul 08.00 Wita, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat setidaknya dua gempa susulan yang signifikan:

  • Gempa susulan M 5,5 pada pukul 07.07.
  • Gempa susulan M 5,2 pada pukul 07.12.

Meski gempa susulan tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi runtuhan bangunan.

Anomali Gelombang Tsunami Terdeteksi

Sistem peringatan dini tsunami sempat mendeteksi ada anomali permukaan laut pascagempa utama. Gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil tercatat di dua titik pemantauan:

  1. Halmahera Barat: Setinggi 0,3 meter pada pukul 07.08.
  2. Bitung: Setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan agar warga tidak terburu-buru kembali ke rumah, terutama yang berada di zona rawan.

"Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, diminta untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah," tegas Abdul Muhari dalam keterangan persnya.

Dampak Kerusakan: Rumah Ibadah dan Pemukiman

Laporan kerusakan mulai masuk ke meja BNPB, khususnya dari wilayah Kota Ternate. Data awal menunjukkan dampak fisik sebagai berikut:

Lokasi Dampak Kerusakan
Kecamatan Pulau Batang Dua 1 Gereja (Rusak ringan-sedang)
Kelurahan Ganbesi, Ternate Selatan 2 Rumah Warga (Rusak ringan-sedang)

Sementara itu, di Kota Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan intensif di lapangan untuk memverifikasi dampak kerusakan bangunan maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

BNPB mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengikuti arahan dari aparat berwenang. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau hoaks yang beredar di media sosial terkait potensi gempa susulan yang lebih besar. Pemantauan situasi akan terus dilakukan secara berkala oleh instansi terkait. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya