Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 mengguncang perairan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) dini hari. Peristiwa ini memicu kepanikan massal dan menyebabkan gelombang tsunami kecil terdeteksi di dua wilayah pesisir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengeluarkan imbauan agar warga di kawasan pesisir menjauhi area pantai. Guncangan kuat dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni hingga 20 detik, yang memicu kekhawatiran akan dampak kerusakan lebih lanjut.
Berdasarkan data teknis, episenter gempa tektonik ini terletak di laut, tepatnya tenggara Kota Bitung, pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. Getaran hebat tidak hanya dirasakan di Bitung, tetapi juga merambat hingga Kota Ternate, Maluku Utara.
Di Ternate, warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat getaran berlangsung antara 10 hingga 20 detik. Hingga pukul 08.00 Wita, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat setidaknya dua gempa susulan yang signifikan:
Meski gempa susulan tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi runtuhan bangunan.
Sistem peringatan dini tsunami sempat mendeteksi ada anomali permukaan laut pascagempa utama. Gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil tercatat di dua titik pemantauan:
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan agar warga tidak terburu-buru kembali ke rumah, terutama yang berada di zona rawan.
"Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, diminta untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah," tegas Abdul Muhari dalam keterangan persnya.
Laporan kerusakan mulai masuk ke meja BNPB, khususnya dari wilayah Kota Ternate. Data awal menunjukkan dampak fisik sebagai berikut:
| Lokasi | Dampak Kerusakan |
|---|---|
| Kecamatan Pulau Batang Dua | 1 Gereja (Rusak ringan-sedang) |
| Kelurahan Ganbesi, Ternate Selatan | 2 Rumah Warga (Rusak ringan-sedang) |
Sementara itu, di Kota Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan intensif di lapangan untuk memverifikasi dampak kerusakan bangunan maupun kemungkinan adanya korban jiwa.
BNPB mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengikuti arahan dari aparat berwenang. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau hoaks yang beredar di media sosial terkait potensi gempa susulan yang lebih besar. Pemantauan situasi akan terus dilakukan secara berkala oleh instansi terkait. (I-2)
Aktivitas warga Manado kembali normal pascagempa M 7,3. Basarnas melaporkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan pada Gedung KONI Manado.
Gempa M 7,3 mengguncang Bitung dan Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Satu warga lansia tewas tertimpa reruntuhan gedung KONI Manado.
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026). Dua warga Manado dilaporkan menjadi korban, satu meninggal dunia.
Gempa magnitudo 7,3 mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara pada 2 April 2026. BMKG rilis peringatan tsunami, warga berhamburan menyelamatkan diri.
Panduan lengkap mengenai jenis-jenis gempa subduksi (Megathrust, Intra-slab, Outer-rise), pengertian, serta perbedaan karakteristik dampaknya bagi mitigasi.
Aktivitas warga Manado kembali normal pascagempa M 7,3. Basarnas melaporkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan pada Gedung KONI Manado.
Pelajari hubungan mendalam antara gempa tektonik dan gempa subduksi, bagaimana proses penunjaman lempeng memicu aktivitas seismik masif di Indonesia.
Panduan lengkap jenis-jenis gempa bumi berdasarkan penyebab, kedalaman, dan contoh peristiwa bersejarah di berbagai daerah Indonesia.
Ahli gempa ingatkan potensi tsunami lokal di Laut Maluku usai gempa M 7,3. Simak sejarah tsunami dan karakteristik unik sistem subduksi ganda di kawasan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved