Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jenis-Jenis Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Kejadian di Indonesia

Media Indonesia
02/4/2026 09:34
Jenis-Jenis Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Kejadian di Indonesia
Ilustrasi.(Freepik)

GEMPA bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba. Sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire, Indonesia memiliki berbagai jenis sumber gempa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Memahami jenis gempa bukan sekadar pengetahuan sains, melainkan langkah awal dalam mitigasi bencana.

1. Jenis Gempa Berdasarkan Penyebabnya

A. Gempa Tektonik

Gempa tektonik adalah jenis gempa yang paling umum dan paling kuat. Gempa ini disebabkan oleh pergeseran lempeng-lempeng tektonik di kerak bumi. Energi yang terkumpul akibat gesekan antar lempeng dilepaskan secara mendadak dalam bentuk gelombang seismik.

  • Mekanisme: Terjadi di zona subduksi (penunjaman) atau di sepanjang sesar (patahan) aktif.
  • Contoh Kejadian: Gempa Aceh (26 Desember 2004) yang dipicu oleh subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Eurasia.

B. Gempa Vulkanik

Gempa ini terjadi akibat aktivitas magma di dalam gunung berapi. Pergerakan magma yang mendesak batuan di sekitarnya menimbulkan getaran yang biasanya dirasakan di sekitar lereng gunung.

  • Mekanisme: Terjadi sebelum, saat, atau setelah letusan gunung api.
  • Contoh Kejadian: Gempa di sekitar Gunung Merapi, Yogyakarta, menjelang erupsi besar tahun 2010.

C. Gempa Runtuhan (Terban)

Gempa ini bersifat lokal dan biasanya memiliki kekuatan kecil. Disebabkan oleh runtuhnya dinding gua bawah tanah atau lubang-lubang pertambangan.

  • Contoh Kejadian: Sering terjadi di wilayah pertambangan besar seperti di area tambang bawah tanah di Papua atau daerah karst (kapur) yang memiliki gua luas.

2. Jenis Gempa Berdasarkan Kedalaman

Kedalaman pusat gempa (hiposentrum) sangat menentukan sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan di permukaan bumi:

  • Gempa Dangkal: Kedalaman kurang dari 60 km. Gempa ini biasanya paling merusak karena pusat energinya dekat dengan permukaan.
  • Gempa Menengah: Kedalaman antara 60 km hingga 300 km. Getarannya terasa luas namun kerusakan biasanya lebih ringan dibanding gempa dangkal.
  • Gempa Dalam: Kedalaman lebih dari 300 km. Jarang menimbulkan kerusakan bangunan, namun getarannya bisa dirasakan hingga jarak yang sangat jauh.

Daftar Contoh Kejadian Gempa Signifikan di Indonesia

Lokasi Kejadian Waktu Terjadi Jenis & Penyebab
Samudra Hindia (Aceh) 26 Desember 2004 Tektonik (Subduksi Megathrust)
Yogyakarta & Klaten 27 Mei 2006 Tektonik (Sesar Opak)
Palu & Donggala 28 September 2018 Tektonik (Sesar Palu-Koro)
Lombok Agustus 2018 Tektonik (Flores Back-Arc Thrust)
Cianjur 21 November 2022 Tektonik (Sesar Cugenang)

Perbedaan Karakteristik Dampak

Tidak semua gempa memiliki dampak yang sama. Berikut poin-poin perbedaannya:

  1. Gempa Subduksi (Laut): Berpotensi tsunami jika magnitudo besar (>M 7.0), kedalaman dangkal, dan ada deformasi vertikal dasar laut.
  2. Gempa Sesar Darat: Meskipun magnitudonya sering kali tidak sebesar gempa subduksi (misal M 5.0 - 6.5), dampaknya bisa sangat mematikan karena pusatnya berada tepat di bawah pemukiman penduduk (seperti kasus Gempa Cianjur).
  3. Gempa Vulkanik: Dampaknya sangat terbatas secara radius (hanya di sekitar gunung), namun menjadi sinyal krusial bagi evakuasi warga sebelum erupsi.
Informasi Tambahan: Indonesia memiliki lebih dari 295 sesar aktif yang telah teridentifikasi. Hal ini menjelaskan mengapa gempa bumi bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal musim.

Checklist Kesiapsiagaan Gempa Bumi

Mengingat gempa tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, langkah terbaik adalah persiapan:

  • Identifikasi Tempat Aman: Di dalam rumah, cari kolong meja yang kuat atau sudut ruangan yang kokoh.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana: Berisi dokumen penting, air minum, makanan instan, senter, dan kotak P3K.
  • Pahami Jalur Evakuasi: Terutama bagi warga di pesisir pantai (evakuasi ke tempat tinggi) dan di lereng gunung.
  • Edukasi Keluarga: Pastikan seluruh anggota keluarga tahu apa yang harus dilakukan saat guncangan terjadi (Drop, Cover, Hold On).

Kesimpulan

Gempa bumi adalah fenomena alam yang menjadi bagian dari dinamika planet kita. Dengan memahami jenis-jenisnya--mulai dari tektonik yang masif hingga vulkanik yang spesifik--kita dapat lebih bijak dalam menyikapi risiko di lingkungan tempat tinggal kita. Sejarah mencatat bahwa bukan gempa yang membunuh, melainkan bangunan yang tidak tahan gempa dan kurangnya kesiapsiagaan manusia. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya