Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA tektonik merupakan jenis gempa bumi yang paling sering terjadi dan memiliki daya rusak paling besar di planet bumi. Fenomena ini dipicu oleh pergerakan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi.
Namun, tidak semua gempa tektonik memiliki karakteristik yang sama. Para ahli membaginya ke dalam beberapa kategori berdasarkan lokasi kejadian dan mekanisme pergerakan batuannya.
Berdasarkan posisi terjadinya terhadap lempeng, gempa tektonik dibagi menjadi tiga kategori utama:
Gempa ini terjadi di bidang kontak atau perbatasan antara dua lempeng tektonik yang berbeda. Contoh paling populer adalah Gempa Megathrust. Gempa ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua dan mengalami slip atau slip mendadak setelah terkunci sekian lama.
Berbeda dengan interplate, gempa intraplate terjadi di bagian tengah atau dalam satu lempeng tektonik, jauh dari batas lempeng. Gempa ini dipicu oleh adanya zona lemah atau sesar tua di dalam lempeng yang kembali aktif akibat tekanan tektonik global.
Gempa ini terjadi di dalam lempeng samudra yang sudah menunjam masuk ke dalam mantel bumi (slab). Karena suhu dan tekanan yang ekstrem di kedalaman, lempeng tersebut mengalami patahan internal. Gempa ini biasanya memiliki kedalaman menengah hingga dalam (60-300 km).
Berdasarkan arah pergerakan blok batuannya, gempa tektonik dibedakan menjadi:
| Jenis Mekanisme | Arah Pergerakan | Potensi Tsunami |
|---|---|---|
| Sesar Naik (Thrust/Reverse Fault) | Satu blok batuan terdorong ke atas blok lainnya. | Tinggi (jika di laut dan dangkal). |
| Sesar Turun (Normal Fault) | Satu blok batuan merosot ke bawah akibat tarikan. | Sedang (tergantung volume perpindahan air). |
| Sesar Geser (Strike-Slip Fault) | Blok batuan bergeser secara horizontal (mendatar). | Rendah (kecuali memicu longsor bawah laut). |
Memahami perbedaan antar jenis gempa ini sangat krusial untuk analisis risiko:
Setiap jenis gempa membutuhkan pendekatan mitigasi yang berbeda:
1. Apa itu gempa tektonik? Gempa yang disebabkan oleh pelepasan energi akibat pergeseran lempeng tektonik di kerak bumi.
2. Apa perbedaan utama antara gempa subduksi dan gempa sesar? Subduksi terjadi karena penunjaman lempeng di laut, sedangkan sesar terjadi karena patahan batuan (bisa di darat atau laut).
3. Apa itu gempa Megathrust? Gempa tektonik sangat besar yang terjadi di bidang kontak antar lempeng pada zona subduksi.
4. Apa yang dimaksud dengan gempa Intra-slab? Gempa yang terjadi di dalam lempeng yang sedang menunjam, bukan di permukaannya.
5. Apa itu gempa Outer-rise? Gempa yang terjadi di tekukan lempeng samudera sebelum masuk ke zona subduksi.
6. Mengapa gempa sesar darat seringkali sangat merusak? Karena pusat gempanya dangkal dan berada tepat di bawah pemukiman penduduk.
7. Apa itu mekanisme Sesar Naik (Thrust Fault)? Patahan salah satu blok batuan terdorong ke atas blok lain.
8. Apa itu mekanisme Sesar Geser (Strike-Slip)? Patahan blok batuan bergeser secara horizontal atau mendatar.
9. Apakah semua gempa tektonik memicu tsunami? Tidak, hanya gempa dangkal di laut dengan mekanisme sesar naik/turun yang signifikan.
10. Bagaimana cara membedakan jenis gempa dari data BMKG? Melalui parameter kedalaman dan focal mechanism (mekanisme fokus) yang dirilis.
Gempa tektonik bukan merupakan fenomena tunggal, melainkan hasil dari berbagai interaksi kompleks di kerak bumi. Perbedaan antara gempa subduksi, sesar geser, maupun intra-slab terletak pada lokasi, mekanisme patahan, dan potensi dampak yang ditimbulkan. Dengan memahami karakteristik masing-masing, masyarakat dan pemerintah dapat menyusun strategi mitigasi yang lebih spesifik dan efektif untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. (I-2)
Panduan lengkap mengenai jenis-jenis gempa subduksi (Megathrust, Intra-slab, Outer-rise), pengertian, serta perbedaan karakteristik dampaknya bagi mitigasi.
Pelajari hubungan mendalam antara gempa tektonik dan gempa subduksi, bagaimana proses penunjaman lempeng memicu aktivitas seismik masif di Indonesia.
Panduan lengkap jenis-jenis gempa bumi berdasarkan penyebab, kedalaman, dan contoh peristiwa bersejarah di berbagai daerah Indonesia.
Pelajari pengertian gempa subduksi ganda di Laut Maluku, mekanisme tektonik yang kompleks, serta perbedaannya dengan jenis gempa bumi lain.
Ahli gempa ingatkan potensi tsunami lokal di Laut Maluku usai gempa M 7,3. Simak sejarah tsunami dan karakteristik unik sistem subduksi ganda di kawasan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved