Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Cuaca tak Menentu, Nelayan dan Aktivitas Pelabuhan Batam Diminta Waspada

Hendri Kremer
01/4/2026 15:47
Cuaca tak Menentu, Nelayan dan Aktivitas Pelabuhan Batam Diminta Waspada
Aktivitas warga di kawasan pesisir Batam terganggu genangan rob. BMKG mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai kondisi cuaca yang dinamis.(MI/Hendri Kremer )

KONDISI cuaca di wilayah Batam dan sekitarnya pada awal April 2026 terpantau tidak menentu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau para nelayan serta pelaku aktivitas pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prakirawan BMKG Hang Nadim menjelaskan bahwa meskipun secara umum cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan, terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal, terutama pada siang hingga sore hari. Perubahan cuaca yang cepat ini dinilai dapat berdampak langsung terhadap aktivitas di laut.

“Cuaca saat ini cenderung dinamis. Pagi hari bisa terlihat cerah, namun siang hingga sore berpotensi terjadi hujan lokal yang disertai angin,” ujar prakirawan BMKG, Rabu (1/4).

Selain itu, kondisi angin yang cukup kencang di wilayah perairan sekitar Batam juga menjadi perhatian. Angin ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan pelayaran, tetapi juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang, khususnya di perairan terbuka. Menanggapi kondisi tersebut, petugas di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur mengaku terus memantau perkembangan cuaca untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.

“Kami tetap beroperasi seperti biasa, namun selalu berkoordinasi dengan BMKG. Jika kondisi cuaca memburuk, tentu akan ada penyesuaian jadwal demi keselamatan penumpang,” ujar Amran, 45, salah satu petugas ASDP Telaga Punggur.

Ia menambahkan, sejauh ini aktivitas penyeberangan masih berjalan lancar, namun pihaknya mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal dan mengikuti informasi terbaru dari petugas pelabuhan.

"Kami juga mengingatkan penumpang agar selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat,” tambahnya.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang terjadi akibat pasang maksimum air laut pada periode awal April 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan purnama yang menyebabkan peningkatan ketinggian muka air laut di wilayah pesisir. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas di kawasan pelabuhan, seperti proses bongkar muat barang maupun mobilitas penumpang.

Genangan air laut juga dapat terjadi di sejumlah titik pesisir yang rendah. Suhu udara di Batam sendiri berada pada kisaran 26 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, sehingga kondisi udara terasa hangat dan lembap sepanjang hari. Secara umum, aktivitas masyarakat masih dapat berjalan normal.

Namun, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di laut dan kawasan pesisir. BMKG serta pihak pelabuhan mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta mengikuti arahan resmi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. (HK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya