Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DI kalender keluarga Supinah, bulan Mei seharusnya menjadi penanda syukur. Sebuah tanggal telah dilingkari, dan jadwal penerbangan dari Libanon sudah tersimpan rapi di memori ponsel. Namun, takdir menuliskan rute kepulangan yang berbeda bagi Praka Farizal Rhomadhon.
Prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon itu memang akan pulang. Namun, ia tidak datang dengan senyum lebar dan pelukan untuk buah hatinya. Ia pulang dalam dekapan Sang Saka Merah Putih, setelah gugur akibat serangan pasukan Zionis Israel.
Praka Farizal gugur akibat tembakan di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Libanon selatan, pada Minggu (29/3).
Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.
Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Libanon selatan pada Senin (30/3).
Bagi Supinah, komunikasi lintas benua adalah ritual harian yang paling dinanti. Melalui layar ponsel, Farizal tak pernah absen menyapa orangtuanya. Begitu juga dengan istri dan anaknya yang berada di Aceh.
"Akhir April ini selesai, terus Mei pulang. Sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimi," tutur Supinah dengan suara bergetar di rumah duka, Desa Sidorejo, Kulon Progo, DIY, dikutip Metro TV, Selasa (31/3).
Namun, di balik wajah ceria di layar ponsel, Farizal menyimpan cerita tentang situasi yang kian genting. Kepada sang ibu, ia sempat melaporkan bahwa hari-harinya belakangan ini kerap ditemani raungan sirine tanda situasi darurat.
"Akhir-akhir ini agak darurat. Setiap saat masuk ke bunker, berapa jam, nanti kalau aman keluar. Kalau ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat," kenang Supinah.
Lara ini tidak hanya mengendap di DIY. Ribuan kilometer dari sana, di Asrama Yonif 113/Jaya Sakti, Bireuen, Aceh, duka yang sama sedang melanda. Istri almarhum, Fafa Nur Azila, tampak masih terguncang.
Kabar kepergian sang suami menghantam harapan tentang pertemuan di bulan Mei yang sempat mereka bicarakan dengan penuh suka cita. Hingga kini, Fafa masih belum sanggup mengeluarkan sepatah kata pun, terdiam di antara para pelayat yang terus memberikan penguatan.
Di halaman rumah duka di Kulon Progo, deretan karangan bunga dari berbagai tokoh nasional hingga daerah terus berjejer. Karangan bunga itu menjadi saksi bisu atas dedikasi Farizal di panggung internasional. Tetangga dan kerabat silih berganti hadir, menciptakan suasana guyub dalam kesedihan yang mendalam.
Saat ini, keluarga besar hanya bisa menanti dengan sabar kepulangan jenazah yang diperkirakan tiba pada Rabu atau Kamis mendatang. Meski Mei tak lagi membawa kepulangan yang mereka impikan, Praka Farizal pulang sebagai pahlawan yang telah menyumbangkan nyawanya demi perdamaian dunia.
Bagi Supinah dan keluarga, Mei tetap akan datang. Namun, ia akan selalu dikenang sebagai bulan yang menyimpan janji terakhir seorang prajurit, sebuah janji yang terhenti oleh raungan sirine di tanah Libanon.Praka Farizal Rhomadhon, anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia,
(MetroTVP-4)
Perpres 66/2025 yang ditetapkan Prabowo pada Rabu (21/5) terdiri dari enam bab. Adapun pelindungan negara melalui TNI terhadap jaksa diatur dalam BAB III.
DUA personel TNI yang tergabung dalam misi pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon, Unifil, dilaporkan terluka akibat serangan Israel pada pangkalan militer pasukan itu pada Kamis (10/10).
Decak kagum warga kembali bergemuruh saat atrasi dilanjutkan dengan terjun payung dari pasukan tiga matra Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Presiden juga menyebut TNI telah berperan aktif dalam mengatasi berbagai tantangan dan krisis. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada TNI.
Personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait.
Menteri Pertahanan Malaysia pastikan seluruh personel MALBATT 850-13 aman di Lebanon. Langkah pengamanan diperketat dan patroli dihentikan sementara akibat situasi darurat.
Tidak hanya prajurit gugur, dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto juga mengalami luka-luka.
Presiden Prabowo sampaikan duka mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI di Libanon. Indonesia tuntut penyelidikan transparan atas serangan terhadap personel UNIFIL.
PAKAR militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL tidak cukup hanya direspons dengan kecaman tetapi evaluasi total.
Pemerintah tidak bisa bersikap pasif dalam merespons insiden tersebut, mengingat pasukan penjaga perdamaian berada di bawah perlindungan hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved