Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Waspada Cuaca Ekstrem di 24 Daerah Jawa Tengah dan Rob pada 31 Maret

Akhmad Safuan
31/3/2026 11:54
Waspada Cuaca Ekstrem di 24 Daerah Jawa Tengah dan Rob pada 31 Maret
Banjir rob kembali merendam Jalur Pantura di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Senin (30/3) petang.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di 24 daerah Jawa Tengah pada Selasa (31/3). Selain itu, fenomena air laut pasang atau rob masih berlangsung di perairan utara yang berpotensi memicu banjir di wilayah pesisir.

Pada pagi hari, kondisi cuaca umumnya berawan. Namun memasuki siang hingga awal malam, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun merata di wilayah Jawa Tengah. Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir diprediksi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, serta Jawa Tengah bagian tengah.

Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dilaporkan mulai mereda. Meski demikian, air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter masih terjadi di perairan utara pada pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura), antara lain Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

"Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sebagai dampak dari masih berlangsungnya rob di perairan utara Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.

Menurut Wahyu Sri Mulyani, banjir rob diperkirakan masih berlangsung hingga April. Selain merendam puluhan desa di wilayah Pantura, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta aktivitas petani garam.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N menyampaikan bahwa meskipun intensitasnya sedikit menurun dibandingkan sebelumnya, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

Daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

"Daerah lainnya di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10–25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18–32 derajat Celsius dan kelembapan udara 60–95 persen," ujar Arif. (AS/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya