Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di 24 daerah Jawa Tengah pada Selasa (31/3). Selain itu, fenomena air laut pasang atau rob masih berlangsung di perairan utara yang berpotensi memicu banjir di wilayah pesisir.
Pada pagi hari, kondisi cuaca umumnya berawan. Namun memasuki siang hingga awal malam, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun merata di wilayah Jawa Tengah. Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir diprediksi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, serta Jawa Tengah bagian tengah.
Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dilaporkan mulai mereda. Meski demikian, air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter masih terjadi di perairan utara pada pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura), antara lain Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
"Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sebagai dampak dari masih berlangsungnya rob di perairan utara Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.
Menurut Wahyu Sri Mulyani, banjir rob diperkirakan masih berlangsung hingga April. Selain merendam puluhan desa di wilayah Pantura, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta aktivitas petani garam.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N menyampaikan bahwa meskipun intensitasnya sedikit menurun dibandingkan sebelumnya, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.
Daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
"Daerah lainnya di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10–25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18–32 derajat Celsius dan kelembapan udara 60–95 persen," ujar Arif. (AS/I-1)
Untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang mengarah jalur Pantura, Satlantas Polres Purwakarta menempatkan sejumlah petugas di titik-titik rawan kemacetan.
MEMASUKI H-4 Lebaran 2026, kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Pantura Brebes, Jawa Tengah.
Arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan pada H-7 Lebaran atau 14 Maret 2026
Memasuki H-7 Lebaran, pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua mulai melintas di jalur Pantura
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah barat bebas lubang sebelum arus mudik Lebaran 2026.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa gelombang atmosfer tropis terpantau berada di fase netral sehingga tidak berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin, mengatakan sejumlah wilayah di Sumsel berpotensi mengalami kemarau lebih awal dibandingkan daerah lainnya.
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
BMKG memprakirakan masa pancaroba di wilayah Cilacap, Jawa Tengah mulai berlangsung pada April hingga Mei 2026. Setelah itu Cilacap masuk musim kemarau
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved