Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Bersolek Sambut Ramadan 1447 H, Masjid Taqwa Lampoih Saka Aceh Laksana Rest Area Religi

Amiruddin Abdullah Reubee
17/2/2026 00:57
Bersolek Sambut Ramadan 1447 H, Masjid Taqwa Lampoih Saka Aceh Laksana Rest Area Religi
Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Pidie Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

MATAHARI pagi itu baru naik sepenggalan. Suasana sepekan lagi hendak menyambut bulan suci Ramadan 1447 H sudah terasa. 

Laju kendaraan pada Sabtu (14/2) pagi itu, di jalur Nasional Banda Aceh-Medan, persis sebelah timur Masjid Besar Taqwa Mampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, terlihat sedang ramai. 

Sebagiannya pengguna jalan itu adalah lelaki dan perempuan dewasa hendak pergi ke Kota Sigli, Ibu Kota Kabupaten Pidie, sekitar 13 km arah barat, guna membuka toko usaha dagangan mereka. Sebagian pedagang lainnya ke arah timur menuju Kota Bereunuen, sebuah kota kecil berjarak sekitar 6 km sebelah timur yang dikenal sebagai pusat perdagangan di Kabupaten Pidie. 

Bus penumpang berbadan lebar dan truk barang ukuran besar yang berangkat dari Medan, Sumatra Utara (arah timur), pada malam hari dan tujuan Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh juga, menambah kepadatan jalur di depan masjid itu. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 07.45 WIB itu anak-sekolah SMP dan SMA Negeri Peukan Baro sedang ramai menyeberang jalan. 

Tiga lelaki petugas rutin kebersihan Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, begitu nama tempat ibadah itu akrab di panggil, mulai sibuk melakukan aktivitas pembersihan. Tarmizi dan Zulkifli menyapu atau membereskan di bagian dalam rumah ibadah itu. Sedangkan satu petugas lagi bernama Ajmi membersihkan tempat wudhu, menjaga kebersihan jamban dan bertanggung jawab ketersediaan air bersih. 

Aktivitas mereka kali ini tergolong lebih banyak dari hari-hari biasanya. Itu karena berkaitan menyambut datangnya bulan bulan mulia Syahrul Ramadan 1447 H/2026 M. 

Tidak hanya menyapu, membersihkan dinding, dan mengepel lantai bagian dalam masjid. Tapi mereka bertiga juga membersihkan segala sudut bagian lantai dua hingga ke memperbaiki semua kipas angin. 

Begitu juga pada yang bertugas di bagian luar, tidak hanya membersihkan tempat wudhuk dan sanitasi lainnya. Semua kamar mandi, bak penampung, keran air hingga semua penjuru halaman serta tempat parkir harus bersih dan rapi. 

"Ramadan bulan meningkatkan amal ibadah dan media menyucikan diri dari berbagai dosa. Membersihkan tempat ibadah mengawali menyucikan diri saat sujud kepada Ilahi. Bagaimana mengharap kesucian dari dosa kalau tempat sujud itu tidak suci. Allah mencintai keindahan, kebersihan dan kesucian," tutur Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, kepada Media Indonesia

Dikatakan Bukhari Thahir, untuk persiapan pihaknya telah menyusun berbagai agenda ketertiban beribadah, dakwah, kepedulian sosial hingga media membangun kebersamaan warga. Misalnya untuk ketertiban Salat Tarawih, panitia telah mengatur jadwal imam dari malam pertama hingga terakhir Ramadan. 

"Imam dan penceramah itu ada dari ustaz setempat, ada pula yang menghadirkan dari luar kecamatan atau tim safari Ramadan tingkat Kabupaten Pidie. Bahkan untuk jadwal Imam Salat Idulfitri hingga di rumah siapa menyediakan kenduri rombongan tamu, itu sudah jelas semua," kata Bukhari Thahir yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie itu. 

Bukan saja mengatur tata laksana salat rawatib dan tarawih, pengurus masjid itu juga mengatur jadwal penyedia penganan berbuka puasa saban hari kepada imam, muazzin, dan bilal jemaah salat magrib. Pengaturan itu dilakukan supaya ketersediaan makan penganan stabil jangan sampai krisis atau mubazir pada hari-hari tertentu. 

Untuk kebersamaan seluruh masyarakat yang tergabung dari emoat desa dalam wilayah kemasjidan itu, mereka telah menentukan satu hari khusus buka puasa warga yang digelar satu kali pada pertengahan Ramadan. Sebagaimana biasanya buka puasa bersama warga itu dengan menyembelih kambing, menerima nasi serta menyiapkan berbagai lauk dan kue khas Aceh. 

"Ini membangun kekompakan warga. Agar siapa saja merasa msjid ini milik sesama dan membangun kebersamaan," kata Sekretaris Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, M Nasir Sarong.

Pada akhir Ramadan atau menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H nanti, pengurus remaja dan BKM masjid tersebut juga akan melaksanakan santunan anak yatim dan fakir miskin. Itu dilakukan untuk meringankan mereka menghadapi Hari Raya Idulfitri. 

"Biasanya untuk anak yatim atau piyatu Rp800.000/orang. Lalu fakir miskin sekitar Rp300.000/orang," kata Bukhari Thahir. 

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka itu dibangun sekitar tahu 1967 M. Pembagunan masjid ini digagas oleh beberapa tokoh agama dan pengusaha setempat. 

Di antaranya adalah Tengku Muhammad Husen seorang ulama dan imam besar masjid kala itu. Lalu ada Haji Usman Malika yaitu pemilik usaha outobus angkutan umum antar provinsi group Kurnia. 

Kini masjid berlantai dua yang berdiri megah itu tegur memperluas lahan pekarangan hingga mencapai 1,5 ha. Rumah ibadah bercat putih dan berkubah kotak-kotak hijau variasi itu memiliki areal parkir kendaraan roda dua dan mobil pribadi seluar sekitar 3.000 meter di bagian halaman depan, samping selatan, dan di halaman belakang. 

"Asetnya juga ada lahan sawah, toko dan kebun. Insya Allah semuanya sudah kami buat sertifikat," tutur M Nasir Sarong. 

Lokasi Strategis

Lokasi sangat strategis persis di pinggiran jalur Nasional Banda Aceh-Medan dan sangat mudah bagi musafir yang ingin singgah untuk menunaikan saalat. Setiap waktu saalat banyak umat muslim yang berhenti sejenak menunaikan shalat.

Di waktu salat magrib dan subuh tampak keramaian jemaah singgah seperti lokasi rest area. Selain menunaikan saalat di masjid nan bersih yang dihiasi tanaman bungan warna-warni dan pohon-pohon mangga mulai berbuah itu menyediakan 2 kamar mandi untuk kaum lelaki dan 2 bagi jemaah perempuan. 

Lalu menyediakan 1 unit balai permanen berlantai keramik dan 1 lagi balai terbuka tempat istirahat sejenak. Bayak pelintas atau musafir dari Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat bahkan dari Pulau Jawa tujuan Banda Aceh yang berhenti menghilangkan penat di area masjid ini. 

"Kalau hari Jumat setiap pertengahan bulan balek beton ini digunakan untuk tempat pengajian majelis taklim. Di luar itu digunakan sebagai tempat istirahat," ujar Teungku Boihaqi, pengurus pengajian Masjid Taqwa. 

Para musafir perjalanan jauh itu ada yang berhenti untuk salat, menghilangkan lelah, ada juga singgah untuk menikmati makan nasi bawaan bersama keluarga. Tidak sedikit juga mereka istirahat tidur, esoknya baru melanjutkan perjalanan. 

"Ada keinginan besar kami akan membangun rumah singgah gratis. Kalau ada tamu atau musafir perjalanan jauh dipersilahkan mengingat tanpa harus bayar. Insya Allah rencana mulai ini dikabulkan oleh Allah," tutur Bukhari Thahir sambil menjelaskan sudah pernah mereka bicarakan sesama pengurus BKBM.

Dikatakan Bukhari Thahir, dalam waktu dekat tahun 2026 ini mereka merencanakan perluasan tempat wudhuk, membangun 2 unit balai ukuran langsung untuk tempat tepat tu tunggu kaum perempuan di luar masjid karena berhalangan tidak bisa salat. Lalu membangun jalur kendaraan di halaman depan. 

"Rencananya halaman itu memasang keramik atau aspal. Setelah kami berkoordinasi dengan bendahara Bapak M Jamil, bahannya sebagian sudah ada, untuk ongkos tukang belum tersedia. Kami juga membuka peluang kepada siapa yang ingin mewakaf atau mendonasikan bisa melalui nomor rekening Bank Aceh 0800 2026 1009 52 atas nama Panitia Pembangunan Masjid Besar Taqwa," ucapnya. (MR/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik