Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Imlek dan Ramadan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang.

Haryanto Mega
10/2/2026 23:49
Imlek dan Ramadan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang.
Imlek dirayakan berdekatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan dua tradisi besar,.(MI/Haryanto Mega)

PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa bagi Kota Semarang. Tahun ini, Imlek dirayakan berdekatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan dua tradisi besar, masyarakat Tionghoa dan umat Muslim, yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara ramah tamah lintas komunitas, Selasa (10/2). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan terbaik bagi seluruh warga Kota Semarang dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Shio Kuda Api.

“Tahun Kuda ini mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan, dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Lebih dari sekadar perayaan, Agustina menekankan bahwa momen Imlek yang berdekatan dengan Ramadan mencerminkan kekuatan Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya yang beragam.

“Hari ini kita bisa berkumpul lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Ini penting untuk membangun persepsi yang selaras demi terwujudnya Semarang yang damai,” katanya.

Menurut Agustina, kedekatan waktu antara Imlek dan Ramadan menjadi ruang strategis untuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa agar menjadi momen yang menguatkan toleransi di Kota Semarang,” lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat akan menyaksikan kehadiran simbol-simbol budaya yang saling berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.
“Nanti akan terlihat simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” ungkapnya.

Kota Semarang sendiri memiliki sejumlah tradisi budaya yang selalu dinantikan warga. Dalam rangka perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong akan menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Februari 2026.

Sementara itu, menjelang Ramadan, masyarakat Semarang juga akan menyambut tradisi Dugderan, karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota serta pembacaan suhuf halaqoh sebagai simbol diumumkannya datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026.

Agustina menilai rangkaian tradisi yang hadir secara berurutan ini akan menjadi sumber kebahagiaan bersama bagi seluruh masyarakat. “Setelah Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, dilanjutkan dengan Karnaval Dugderan. Ini akan menjadi momen yang seru, siapa pun yang berada di Kota Semarang pasti merasakan kebahagiaan yang lebih,” tuturnya.

Melalui momentum berdekatan antara perayaan Imlek dan bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kuat, sekaligus meneguhkan Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya