Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Viral Mahasiswa Unisa Yogyakarta Lakukan Kekerasan, Pihak Kampus Turun Tangan

Ardi Teristi Hardi
05/2/2026 10:53
Viral Mahasiswa Unisa Yogyakarta Lakukan Kekerasan, Pihak Kampus Turun Tangan
Ilustrasi.(freepik)

UNISA Yogyakarta  menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswanya. 

Kasus tersebut mencuat setelah akun @AgiKristianto mengunggah foto dan video yang menarasikan soal kekerasan yang dialami adik perempuannya oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Unisa Yogyakarta di media sosial X (dulu Twiter).

Menanggapi kasus tersebut, dalam pernyataanya pada Rabu, 4 Februari 2026, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan, Prof. Wantonoro menyampaikan bahwa kekerasan yang dilakukan Sivitas Akademika Unisa Yogyakarta tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan oleh institusi.

“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini. Selanjutnya kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukugan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban,” ujar Prof. Wantonoro.

UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa fokus utama institusi saat ini adalah memastikan korban mendapatkan dukungan dan pendampingan yang diperlukan, baik dari sisi psikologis maupun kesehatan fisik dengan instrument yang kami miliki yaitu Biro Layanan Psikologis (BLP).

“Harapan kami korban sehat, semoga bisa melanjutkan kuliah dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, UNISA Yogyakarta telah memanggil pihak terduga pelaku untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, terduga pelaku menyampaikan pengakuan atas perbuatannya serta menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan.

“Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas,” jelas Prof. Wantonoro.

UNISA Yogyakarta juga mendorong terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga dan korban. Namun demikian, kampus menegaskan bahwa penegakan tata aturan yang berlaku akan tetap diberlakukan sebagai konsekuensi dari tindakan kekerasan yang terjadi sesuai tata aturan yang berlaku di UNISA Yogyakarta.

Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta memiliki aturan dan mekanisme penegakan disiplin yang harus ditegakkan. Saat ini, proses tindak lanjut terhadap terduga pelaku sedang dalam koordinasi internal sesuai ketentuan yang berlaku melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Kami sebagai institusi pendidikan memiliki aturan yang kami tegakkan untuk pelaku, dan ini sedang dalam koordinasi internal. Kami bertugas mengarahkan dan menegakkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh mahasiswa,” tegas Prof. Wantonoro.

Di sisi lain, UNISA Yogyakarta juga telah menemui korban secara langsung serta memfasilitasi pendampingan yang diperlukan, termasuk pendampingan psikologis, dukungan kesehatan fisik, serta pendampingan lanjutan agar korban dapat merasa aman.

Ia menegaskan bahwa UNISA Yogyakarta berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkeadaban, serta tidak menoleransi segala bentuk kekerasan. Sebagai bentuk penguatan, kata dia, UNISA Yogyakarta juga akan melakukan evaluasi internal dan penguatan langkah pencegahan kekerasan, termasuk edukasi relasi sehat dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, demi memastikan kampus menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik