Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SUNGGUH miris nasib penyintas banjir di kawasan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Selain rumah hancur, lahan sawah tertimbun, dan areal kebun tertutup longsor, aktivitas perekonomian mereka terganggu luar biasa.
Pasalnya akses jalur darat yang menghubungkan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues-Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, tertutup total. Dari 43 km jarak antara Serbajadi-Pining, 20 km di antaranya hancur parah dan tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4.
Penelusuran Media Indonesia, Sabtu (31/1), kerusakan paling parah itu berada di antara Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, dan Desan Lokop, Kecamatan Serbajadi. Ironisnya sudah dua bulan lebih banjir Sumatra berlalu hingga kini jalur itu masih rusak total.
Akibatnya puluhan ton hasil bumi di Kecamatan Pining, seperti pisang, kemiri, kakao, dan palawija lainnya tidak bisa diangkut untuk dipasarkan ke Aceh Timur dan ke daerah lainnya. Lalu hasil panen raya buah durian sebulan terakhir sempat membusuk tidak bisa dipasarkan melalui jalur ke Aceh Timur itu.
Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kamaruddin, mengatakan, pasokan beras dari Aceh Timur untuk Kecamatan Pining juga terhenti total. Karena tidak ada pasokan beras dari pasar Aceh Timur, warga Desa Pasir Putih, Gayo Lues, itu sudah dua bulan lebih hidup dengan bantuan bahan pokok dari bantuan donatur swasta dan pemerintah.
Dikatakan Kamaruddin, pihaknya sangat berharap jalur Lokop, Serbajadi-Pasir Putih, Pining segera diperbaiki. Pasalnya wilayah Lokop, Serbajadi dan Pasir Putih, Pining sangat erat kaitannya. Selain kaitan kebutuhan dagang, juga banyak di antara penduduk di perbatasan dua kabupaten yaitu Gayo Lues dan Aceh Timur yang merupakan kerabat.
Koordinator Relawan Lintas Komunitas yang sudah sepekan berada di Pining, Hadityo, kepada Media Indonesia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei menelusuri kerusakan badan jalan sepanjang pegunungan itu. Dari sekitar 40 km badan jalan antar perbatasan dua kabupaten itu, 20 km di antaranya rusak cukup parah sehingga tidak mungkin ditembus kendaraan roda 4 dan roda dua.
"20 km harus jalan kaki karena belum bisa lewat mobil dan motor, serta jalurnya sangat terjal. Kami mendorong pemerintah segera turunkan alat berat," tutur Hadityo.
Lalu ada informasi yang menyebutkan, mulai Minggu (1/2) alat berat jenis eskavator sudah menuju lokasi kerusakan itu. Bahkan mereka memulai dari dua arah yaitu arah Lokop ke Pining dan dari arah Pining ke Lokop. Harapannya informasi tersebut benar sehingga akses jalan bagi masyarakat bisa segera diperbaiki. (MR/E-4)
Desa Pasir Putih, Pining, Gayo Lues terisolir akibat jembatan putus dan listrik padam pascabanjir bandang dan tanah longsor.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
HINGGA hari ke-40 pascabanjir melanda kawasan Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kehidupan para korban masih sangat memprihatinkan.
Kondisi Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah bencana besar memicu keprihatinan mendalam akibat terputusnya akses transportasi dan distribusi logistik.
SEORANG warga Gayo Lues bernama Ermayadi, 40, meninggal dunia karena jatuh ke jurang saat melewati jalan ambles di jalur Blang Kejeren-Pining, Selasa (23/12)
CUACA ekstrem yang terjadi berhari-hari mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur di Kota Bogor. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur merata selama dua hari membuat jalan retak.
Menurut Heru, hingga saat ini Dinas Bina Marga telah menindaklanjuti sekitar 6.000 titik jalan berlubang selama musim penghujan. J
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Perbaikan jalan harus dilakukan secara cepat, responsif, dan menyeluruh, dengan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Pihaknya masih melakukan pengumpulan data sembari terus melanjutkan penanganan kerusakan jalan pascagenangan di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved