Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta masyarakat waspada terhadap puncak cuaca ekstrem di Kabupaten Garut yang diperkirakan akan berlangsung sampai Februari 2026. Warga diminta menghindari area bahaya rawan bencana alam hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang.
"Sekarang masih puncaknya (cuaca ekstrem), puncaknya itu justru Desember (2025), Januari, Februari awal," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa (27/1).
Sejak beberapa hari terakhir, ujar dia, cuaca ekstrem di Kabupaten Garut. Cuaca ekstrem memicu hujan deras, begitu juga angin kencang melanda wilayah Kabupaten Garut.
Adapun dampak dari cuaca ekstrem yakni bencana hidromoeteorologi yakni tanah longsor dan angin kencang yang merusak pemukiman rumah warga antara lain di Kecamatan Talegong.
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Garut, sambung dia, masih terus diwaspadai. Pemerintah daerah sudah menetapkan status siaga darurat sejak Oktober 2025 sampai April 2026 untuk kesiapan menghadapi bencana.
Masyarakat diminta berperan aktif mewaspadai cuaca ekstrem, serta mengantisipasi bencana tanah longsor maupun banjir.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di lokasi yang memiliki risiko atau potensi bencana alam seperti tanah longsor diminta rutin mengecek kondisi tanah. Sebab, itu rentan terjadi saat cuaca ekstrem di Kabupaten Garut.
"Di sekitar rumahnya terdapat tebing atau berada di lahan kemiringan dengan menghindari tempat tersebut karena khawatir terjadi longsor," ucapnya. (Ant/H-4)
ANGGOTA Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyampaikan pandangannya menyikapi perkembangan penanganan lingkungan dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebenarnya KLHS telah memuat pembagian zonasi lingkungan secara jelas.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved