Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan dan menyiapkan seluruh potensi relawan.
"Kejadian akibat hidrometeorologi memang menjadi atensi kami," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amiruddin saat melakukan rapat monitor dan evaluasi bersama Komisi A DPRD DIY, Selasa (20/1).
Pihaknya telah menyiapkan mitigasi bencana agar bisa merespon secepat mungkin apabila terjadi kejadian bencana. "Pos Siaga Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang sudah disiagakan di seluruh kelurahan, ada 75 Pos yang operasionalnya juga disupport oleh APB Kelurahan," ungkap dia.
Sebanyak 75 Pos itu juga menjadi media komunikasi sekaligus koordinasi untuk penanganan kondisi kebencanaan. Apabila Kelurahan tersebut kekurangan sumberdaya, kelurahan terdekat juga bisa memberikan bantuan ataupun dari BPBD Bantul.
"Seluruh komponen relawan di Bantul sudah mengorganisasi diri dan berkonsolidasi," ungkap dia. Upaya itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat.
Komponen relawan tersebut secara efektif melakukan penanggulangan bencana. Misalnya, pada 26 Desember 2025, mereka melakukan pembersihan terhadap sekitar 150 pohon tumbang akibat bencana hidrometeorologi.
Selain itu, Kabupaten Bantul juga memiliki komponen relawan kebakaran di 36 titik. Tujuh pos pemadam kebakaran dan penyelamatan juga siap mendukung penanganan bencana jika dibutuhkan.
Ketujuh pos tersebut berada di Kecamatan Piyungan, Imogiri, Pundong, Bantul, Banguntapan, Kasihan, dan Sedayu. "Dari kebutuhan 9 pos, kita baru bisa mendirikan 7 pos dan akan segera ditambah 2 lagi (di Kecamatan Dlingo dan Srandakan) agar respon menangani kebakaran dan penyelamatan lebih cepat," ungkap dia.
Selain itu, Belanja Tidak Terduga (BTT) juga bisa digunakan untuk menangani bencana. Hal tersebut sudah dilakukan saat bencana hidrometeorologi pada 2025 yang lalu.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bantul dalam penanggulangan bencana. "Di tengah banyaknya potensi ancaman bencana, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan lebih baik lagi," terang dia.
Kolaborasi multipihak dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, mitigasi bencana juga harus disusun secara matang. (H-3)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved