Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan dan menyiapkan seluruh potensi relawan.
"Kejadian akibat hidrometeorologi memang menjadi atensi kami," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amiruddin saat melakukan rapat monitor dan evaluasi bersama Komisi A DPRD DIY, Selasa (20/1).
Pihaknya telah menyiapkan mitigasi bencana agar bisa merespon secepat mungkin apabila terjadi kejadian bencana. "Pos Siaga Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang sudah disiagakan di seluruh kelurahan, ada 75 Pos yang operasionalnya juga disupport oleh APB Kelurahan," ungkap dia.
Sebanyak 75 Pos itu juga menjadi media komunikasi sekaligus koordinasi untuk penanganan kondisi kebencanaan. Apabila Kelurahan tersebut kekurangan sumberdaya, kelurahan terdekat juga bisa memberikan bantuan ataupun dari BPBD Bantul.
"Seluruh komponen relawan di Bantul sudah mengorganisasi diri dan berkonsolidasi," ungkap dia. Upaya itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat.
Komponen relawan tersebut secara efektif melakukan penanggulangan bencana. Misalnya, pada 26 Desember 2025, mereka melakukan pembersihan terhadap sekitar 150 pohon tumbang akibat bencana hidrometeorologi.
Selain itu, Kabupaten Bantul juga memiliki komponen relawan kebakaran di 36 titik. Tujuh pos pemadam kebakaran dan penyelamatan juga siap mendukung penanganan bencana jika dibutuhkan.
Ketujuh pos tersebut berada di Kecamatan Piyungan, Imogiri, Pundong, Bantul, Banguntapan, Kasihan, dan Sedayu. "Dari kebutuhan 9 pos, kita baru bisa mendirikan 7 pos dan akan segera ditambah 2 lagi (di Kecamatan Dlingo dan Srandakan) agar respon menangani kebakaran dan penyelamatan lebih cepat," ungkap dia.
Selain itu, Belanja Tidak Terduga (BTT) juga bisa digunakan untuk menangani bencana. Hal tersebut sudah dilakukan saat bencana hidrometeorologi pada 2025 yang lalu.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bantul dalam penanggulangan bencana. "Di tengah banyaknya potensi ancaman bencana, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan lebih baik lagi," terang dia.
Kolaborasi multipihak dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, mitigasi bencana juga harus disusun secara matang. (H-3)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Pihaknya telah menyiapkan mitigasi bencana agar bisa merespon secepat mungkin apabila terjadi kejadian bencana.
Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Sebuah rumah warga di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, dilaporkan ambruk setelah dihantam air bah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved