Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polda Jateng Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Karanganyar

Haryanto Mega
19/1/2026 17:21
Polda Jateng Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Karanganyar
Ilustrasi(Dok Istimewa)

POLDA Jawa Tengah melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) melaksanakan pengambilan sampel DNA dan data antemortem terhadap keluarga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 atas nama almarhum H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kabupaten Karanganyar.

Dalam kegiatan tersebut, Tim DVI mengambil sampel DNA dari dua orang anggota keluarga korban, yaitu ayah korban berinisial S (70) dengan jenis sampel berupa darah dan buccal swab, serta adik kandung korban, Ny. PS (35), yang juga diambil sampel darah dan buccal swab.

Selain pengambilan sampel DNA, tim turut mengumpulkan data antemortem korban dari istri korban, RES, yang beralamat di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Data antemortem tersebut meliputi riwayat medis, ciri-ciri khusus, serta data pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam proses identifikasi korban.

Dalam keterangannya di Mapolda Jateng pada Senin (19/1), Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam proses identifikasi korban kecelakaan transportasi udara.

“Kami terlebih dahulu menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan pesawat tersebut,” ujar Kombes Pol. Artanto.

“Pengambilan sampel DNA dan data antemortem ini dilakukan untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan akurat. Polda Jawa Tengah memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional serta tetap memperhatikan kondisi psikologis keluarga korban,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polda Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dengan Tim DVI dan instansi terkait guna mempercepat proses identifikasi, sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses berlangsung.

“Kami memahami situasi duka yang dialami keluarga korban. Oleh karena itu, petugas di lapangan senantiasa mengedepankan empati serta memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi terkait perkembangan proses identifikasi korban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.(H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik