Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Bupati Bogor : Kabar Ratusan Korban di Tambang Pongkor tak Benar

Media Indonesia
14/1/2026 23:05
Bupati Bogor : Kabar Ratusan Korban di Tambang Pongkor tak Benar
Pekerja melakukan memeriksa mesin olah batuan bijih emas (ore) di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UPBE) PT.Antam Pongkor,Bogor,Jawa Barat,Kamis (28/1)(Rommy Pudjianto/MI)

BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.

"Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar," ujar Rudy bersama di Koramil Nanggung, Rabu (14/1).

Pemerintah daerah, sambung dia, dengan aparat keamanan serta pihak Antam mengecek ke lokasi guna memastikan kebenaran kabar tersebut. Pasalnya, informasi itu membuat warga panik.

Menurutnya kabar 700 korban yang beredar yang beredar mengacu pada istilah level atau portal kerja di dalam tambang. Ia menjelaskan 700 itu merupakan level 700.

"Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak,"ucap dia.

Rudy menegaskan pemda akan menelusuri kebenaran apabila ada informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam.

Munculnya asap di salah satu level tambang, kata Rudy, sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mengatakan pada saat itu tidak ada aktivitas penambangan yang sedang berlangsung.

Untuk langkah antisipasi, pihaknya telah menyiapkan mobil pemadam kebakaran, BPBD, dan ambulans, setelah menerima informasi awal terkait adanya korban.

"Wwalnya kami juga menerima informasi ada korban. Tapi, setelah diverifikasi bersama Antam dan aparat, dipastikan tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban," tukas dia.

eneral Manajer PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat mengatakan pekerja dipastikan aman dan telah dievakuasi dari tempat timbulnya asap. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya