Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

19 Orang Calon Pengantin Tertipu, Diduga Wedding Organizer di Garut Kabur

Kristiadi
14/1/2026 11:20
19 Orang Calon Pengantin Tertipu, Diduga Wedding Organizer di Garut Kabur
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin(Dok Polres Garut)

SEBANYAK 19 orang calon pengantin di Kabupaten Garut diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang pengelola jasa wedding organizer (WO) berinisial AM, 27. Para keluarga calon pengantin, terpaksa mengeluarkan biaya tambahan saat melaksanakan resepsi pernikahan sesuai rencana.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya dugaan tindak pidana penipuan setelah beberapa keluarga calon pengantin mendatangi Polres Garut untuk melaporkan kejadian yang mereka alami. Namun, dari 19 orang calon pengantin yang dirugikan tersebut baru 3 korban secara resmi telah membuat laporan.

"Ketiga keluarga calon pengantin secara resmi telah melaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dilakukan jasa wedding organizer (WO) dengan kerugian mencapai Rp 160 juta. Akan tetapi, salah satu korban berinisial MSG mengalami kerugian cukup besar lantaran dana yang telah dibayarkan kepada pihak WO tidak disalurkan kepada vendor pernikahan," katanya, Rabu (14/1/2026).
 
Joko mengatakan, tindak pidana penipuan yang dilakukan jasa wedding organizer (WO) berinisial AM modus operandinya, korban telah membayarkan uang muka dan mereka ada yang sudah melunasi, tapi tidak membayarkan dana tersebut kepada para vendor terlibat. Namun, satu korban menelan kerugian mencapai Rp72.250.000 hingga keluarga korban pun dihubungi pihak vendor yang mengaku belum menerima pembayaran. 

"Keluarga calon pengantin yang telah membayar terpaksa harus bayar kembali kepada para vendor secara mandiri, untuk pelaksanaan kelangsungan pernikahan. Akan tetapi, terduga pelaku berinisial AM sampai saat ini tidak dapat dihubungi dan terdapat beberapa korban lain dengan modus sama masih dalam pendalaman dan penyelidikan," ujarnya.

Menurut Joko, Polres Garut masih terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus tersebut lantaran terduga pelaku jasa wedding organizer berinisial AM diketahui kabur menghindari proses hukum. Namun, dari 19 calon pengantin yang terdata baru ada 3 pasangan yang mana jadwal resepsinya telah terlewati dan 16 calon pengantin lain masih menunggu waktu pelaksanaan dan belum membuat laporan resmi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor agar penanganan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh. Karena, Polres Garut telah menerima laporan atas dugaan tindak pidana penipuan dan saat ini kami lakukan proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya