Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Polres Metro Jakarta Utara resmi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan jasa penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) yang telah merugikan puluhan calon pengantin. Kedua tersangka adalah Ayu Puspita, pemilik sekaligus penanggung jawab usaha, dan pria berinisial D, yang berperan sebagai pegawai serta pelaksana kegiatan.
“Pada hari ini, kami sudah menetapkan dua orang tersangka, seorang perempuan dan seorang pria,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, Selasa.
Polisi menegaskan bahwa Ayu dan D bukan pasangan suami istri, melainkan pemilik usaha dan pegawai yang bersama-sama menjalankan operasional WO tersebut. Sementara itu, tiga orang lainnya masih diperiksa sebagai saksi.
Kombes Erick menyampaikan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman kasus, mengumpulkan bukti-bukti, serta memeriksa para korban yang hingga saat ini mencapai 87 orang.
“Kami terus mendalami dan menerima laporan tambahan. Jika masih ada korban lain, kami persilakan melapor,” tegasnya.
Kasus penipuan WO ini bermula dari laporan seorang korban berinisial SOG, yang telah membayar Rp82,7 juta untuk paket resepsi pernikahan melalui rekening BCA milik WO PT Ayu Puspita Sejahtera. Namun pada hari pelaksanaan, fasilitas yang dijanjikan tidak disiapkan, dan pihak WO tidak menunjukkan itikad baik menyelesaikan masalah.
Pemeriksaan awal menemukan pola serupa dialami puluhan pasangan lain, membuat jumlah pengaduan meningkat drastis dalam waktu singkat.
Polisi telah mengamankan sejumlah bukti yang mendukung dugaan penipuan, seperti:
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar sebelumnya menyampaikan bahwa lima orang diamankan untuk dimintai keterangan dalam tahap awal pemeriksaan, sebelum akhirnya dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik kini tengah menguatkan konstruksi hukum kasus ini dengan menggelar gelar perkara lanjutan. (Ant/E-3)
Polda Metro Jaya mengungkap motif ekonomi dalam kasus penipuan WO PT Ayu Puspita Sejahtera. Uang korban dipakai bayar cicilan rumah.
Polda Metro Jaya mengungkap modus penipuan wedding organizer PT Ayu Puspita Sejahtera yang menawarkan paket pernikahan murah lengkap dengan venue mewah dan honeymoon ke Bali
Tersangka penipuan jasa wedding organizer (WO), Ayu Puspita, terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
Polres Metro Jakarta Utara masih mendalami motif para pelaku dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok jasa wedding organizer (WO).
Kasus dugaan penipuan jasa wedding organizer (WO) mencuat setelah 87 orang melapor ke Polres Metro Jakarta Utara terkait layanan PT Ayu Puspita Sejahtera.
salah satu pegawai Ayu Puspita berinisial D, yang juga menjadi tersangka, melakukan perannya untuk membujuk para korban agar terus menambah pembayaran uang muka (DP).
Tersangka penipuan jasa wedding organizer (WO), Ayu Puspita, terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
Polres Metro Jakarta Utara masih mendalami motif para pelaku dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok jasa wedding organizer (WO).
Kasus dugaan penipuan jasa wedding organizer (WO) mencuat setelah 87 orang melapor ke Polres Metro Jakarta Utara terkait layanan PT Ayu Puspita Sejahtera.
Harga supermurah dan janji kapasitas besar yang ditawarkan wedding organizer (WO) Ayu Puspita sejak awal sebenarnya sudah menjadi tanda bahaya. Dengan hanya mematok Rp15–20 juta untuk paket pernikahan lengkap atau sekitar seperlima harga pasar, WO ini menjanjikan layanan yang secara operasional nyaris mustahil dipenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved