Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menangkap dua orang terduga pelaku penipuan dan perintangan penyidikan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (9/1). Salah satu pelaku, AM alias Pung, menyamar sebagai jaksa dan menjanjikan penghentian perkara serta kelulusan CPNS Kejaksaan dengan imbalan uang.
Selain AM, penyidik juga mengamankan R, pegawai berstatus PPPK Paruh Waktu di Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulsel (BPBPK Sulsel). Keduanya kini ditahan di Kejati Sulsel.
Kepala Kejati Sulsel Didik Farkhan mengatakan OTT dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait oknum yang mengaku memiliki akses untuk mengatur penyidikan perkara di Kejati Sulsel.
“Dari hasil penyelidikan, pelaku menjalankan dua modus, yakni menawarkan jasa penghentian penyidikan perkara korupsi dan menjanjikan kelulusan CPNS Kejaksaan RI,” kata Didik, kemarin.
Kasus ini bermula pada Mei 2025, setelah konferensi pers dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di Balai Penyediaan Perumahan Sulawesi III. Saat itu, AM bersama R mendatangi salah satu pihak terkait perkara berinisial IS di Makassar.
R memperkenalkan AM sebagai jaksa Kejati Sulsel yang disebut mampu menghentikan penyidikan. Untuk jasa tersebut, korban diminta membayar Rp45 juta secara bertahap. Pelaku juga mengarahkan korban memindahkan dana ke rekening AM dan menariknya secara tunai, yang diduga sebagai upaya perintangan penyidikan.
Selain itu, AM juga menipu IB, anak IS, dengan menjanjikan kelulusan sebagai CPNS Kejaksaan RI formasi Jaksa. Pelaku meminta total Rp170 juta, ditambah biaya seragam dinas, tiket, dan penginapan ke Jakarta.
“Pelaku bahkan meminta uang kedukaan sebesar Rp10 juta dengan alasan anaknya meninggal dunia,” ujar Didik.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang perintangan penyidikan. Kejati Sulsel masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
Didik mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pengurusan perkara maupun kelulusan CPNS dengan imbalan uang. “Seluruh proses penegakan hukum dan penerimaan pegawai di Kejaksaan dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan,” tegasnya. (Z-10)
Menanggapi rencana pihak Nadiem yang ingin melaporkan saksi Jumeri ke polisi, Boyamin menilai hal tersebut sebagai strategi untuk memengaruhi saksi-saksi lainnya.
Safaruddin menyoroti perlunya aturan komprehensif yang mampu menjawab perbedaan beban kerja hakim di berbagai wilayah Indonesia.
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid merespons kehadiran anggota TNI di sidang terdakwa Nadiem Makarim. TNI alat negara untuk pertahanan
Kadispenad Brigjen Donny Pramono memberikan klarifikasi terkait keberadaan tiga anggota TNI di dalam ruang sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang melibatkan Nadiem Makarim
Kejaksaan Negeri Purwakarta membantah isu operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jaksa yang beredar di WhatsApp. Kejagung disebut hanya menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved