Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Boehringer Ingelheim, perusahaan farmasi terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan manusia dan hewan, resmi menyelesaikan program Sustainable Development for Generation (SD4G) 2025 – Stop Rabies Education yang dijalankan selama empat bulan bersama Bali Animal Welfare Association (BAWA).
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar di 85 sekolah di Tabanan dan Gianyar.
Menghadapi tingginya ancaman rabies di Bali, salah satu wilayah dengan tingkat kasus endemik paling tinggi, program ini diluncurkan untuk melindungi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.
Menurut World Health Organization (WHO), anak-anak mencakup 40% dari seluruh korban rabies di dunia, dengan sebagian besar kasus terjadi di Wilayah Asia dan Afrika.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali per 20 Juli 2025, terdapat 34.845 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang menyebabkan 12 kasus kematian. Kabupaten Badung menempati posisi tertinggi dengan 6.166 kasus, diikuti Denpasar (4.978) dan Tabanan (4.440). Dari jumlah tersebut, banyak kasus yang berujung pada kematian, seperti di Badung (4), Buleleng (2), Jembrana (2), Karangasem (2), Tabanan (1), serta Gianyar (1).
Dengan rata-rata 183 kasus gigitan per hari atau setara dengan 5.361 kasus per bulan, data ini menunjukkan urgensi pencegahan rabies melalui pemberian vaksinasi, baik pada hewan peliharaan maupun korban setelah terkena gigitan, edukasi, serta praktik pencegahan yang aman di lingkungan masyarakat .
Dengan menargetkan siswa sekolah dasar, pendekatan yang interaktif dan latihan langsung menjadi pilihan utama untuk menciptakan program yang menarik dan berkesan. Para siswa yang berpartisipasi mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pemberian materi dasar tentang kesejahteraan hewan dan penyakit rabies, mengisi buku panduan, melakukan role-play situasi nyata, kuis untuk memperkuat pemahaman, hingga permainan kelompok yang mendorong kerja sama dan penerapan materi. Melalui kegiatan-kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan untuk melindungi diri serta mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini telah menjadi fondasi upaya pembentukan komunitas yang lebih sehat melalui edukasi, vaksinasi, dan pemberdayaan masyarakat. Survei kuantitatif terhadap 250 siswa usia 9–12 tahun telah dilakukan di sekolah dasar di seluruh Bali sebagai bahan evaluasi untuk mengukur pemahaman para siswa.
Argho Das, President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, menyampaikan, “Rasanya sangat membanggakan dapat melihat program ini berdampak positif secara langsung. Rata-rata skor siswa yang mengikuti program ini meningkat dari 5 pada saat pre-test menjadi 8 pada saat post-test. Mereka sangat aktif dalam berpartisipasi di role-play, berinteraksi dengan booklet edukasi, dan bahkan membawa pulang poster untuk dipelajari lebih lanjut. Menyaksikan mereka lebih percaya diri, memahami cara menjaga keselamatan diri, serta membagikan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas membuktikan bahwa pendidikan hari ini menciptakan masa depan yang lebih sehat dan aman. Inilah yang menjadi tujuan kami, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan juga hewan.”
Dalam pelaksanaan kampanye edukasi SD4G 2025 – Stop Rabies, Boehringer Ingelheim menggandeng BAWA berkat pengalaman panjang, jangkauan komunitas yang kuat, serta kemampuan organisasi dalam berinteraksi secara efektif dengan anak-anak. Sejak 2017, BAWA telah memberikan edukasi kepada lebih dari 414.000 siswa di seluruh Bali melalui berbagai program terkait kesejahteraan hewan, mulai dari pengendalian rabies, sterilisasi, hingga kesiapsiagaan bencana.
Cynthia, Event, Fundraising, and Communication Coordinator BAWA, mengatakan, “Rabies masih menjadi ancaman serius, dan banyak anggota masyarakat belum sepenuhnya memahami bahayanya. Dengan populasi anjing liar lebih dari 500.000 ekor di Bali dan banyaknya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan, sangat penting untuk terus mendorong perilaku aman melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendukung upaya pemberantasan rabies yang berkelanjutan. BAWA juga berharap anak-anak di Bali dapat semakin memahami pencegahan rabies serta tumbuh dengan rasa sayang dan kepedulian terhadap hewan melalui program edukasi yang dilakukan BAWA bekerjasama dengan Boehringer Ingelheim Indonesia.”
Pemberantasan rabies di Bali tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan. Boehringer Ingelheim dan BAWA berkomitmen untuk terus bekerja sama mengedukasi siswa, meningkatkan pemahaman terkait perilaku aman, dan memperkuat pemberdayaan komunitas. Upaya bersama ini diharapkan dapat membawa Bali selangkah lebih dekat menuju masa depan bebas rabies, sekaligus mendukung misi global “Zero by 30.” (H-2)
PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru, mengambil langkah tegas untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman rabies dan praktik perdagangan daging anjing ilegal.
Rabies masih menjadi isu kesehatan yang mendesak untuk segera diatasi di Asia Tenggara. Tercatat di Asia Tenggara, rabies menyebabkan tidak kurang dari 27.000 kematian.
Tambahan bantuan 500 dosis vaksin antirabies yang diterima dari Provinsi Jabar langsung didistribusikan di Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Cijulang.
Pemberian vaksinasi rabies ini menyasar komunitas Dog Lover dan Cat Lover, serta pecinta hewan peliharaan lainnya.
Rabies adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal hingga 100% jika gejala klinis muncul.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
BALI Indonesia meraih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor.
BALI tetap menjadi destinasi papan atas pariwisata dunia walau diterpa berbagai isu seperti sampah, kemacetan, serta isu sepinya turis.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, kini memasuki babak pengujian hukum.
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menjadikan Bali sebagai pioneer penanganan sampah plastik. KLH menilai jika Bali lebih progresif dan proaktif dalam menangani sampah plastik sekali pakai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved