Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bali meminta kepada tim siaga rabies (Tisira) yang saat ini tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Bali untuk fokus pada vaksinasi hewan penular rabies (HPR) yang ada di wilayah desa atau kelurahan masing-masing.
Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan, Bali hingga saat ini Bali masih belum bebas rabies. Untuk itu pemerintah terus mendorong langkah pencegahan rabies dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Bali.
"Belajar dari penanganan Covid-19 dulu, kita harus membuat gerakan serentak di Bali terkait pencegahan, yaitu vaksin rabies kepada hewan, khususnya anjing yang secara populasi lebih banyak di Bali," ujar Mahendra Jaya, Jumat (4/10).
Baca juga : Vaksinasi Rabies di Kabupaten Buleleng Melebihi Target
Mantan Direskrimum Polda Bali tersebut menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama mengingat tingginya risiko jika manusia terjangkit rabies akibat gigitan hewan seperti anjing, kucing, hingga kera yang tertular virus rabies.
"Kita realistis dulu, pastikan semua hewan peliharaan yang ada pemiliknya tervaksin, dan yang liar kita tangani juga. Yang jelas, aksi ini harus serentak dan segera dilakukan," ujarnya.
Tim Siaga Rabies (Tisira), yang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa, Polprades, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Keterlibatan para tokoh ini sangat penting dan krusial. Sebab saat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal rabies akan lebih mudah diterima.
Baca juga : Bali dapat Hibah 200 Ribu Dosis Vaksin Rabies dari Australia
Tisira lebih efektif dalam melakukan penyuluhan rabies kepada masyarakat, membantu pendataan populasi anjing, hingga mendukung pelaksanaan vaksinasi. "Teman-teman ini adalah garda terdepan kita di desa, dan harus kita dukung penuh," tandasnya.
Mahendra Jaya menyatakan bahwa ia akan segera mengadakan pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat realisasi gerakan serentak penanganan rabies tersebut. "Tentu nanti akan disertai dengan edaran kepada masyarakat. Hal ini kan sudah ada Perda-nya, jadi kita tinggal melaksanakannya," tuturnya.
Sementara itu, menurut laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, cakupan vaksinasi rabies di Provinsi Bali hingga September 2024 telah mencapai 70,38% dengan populasi anjing di Bali lebih dari 600 ribu ekor.
Posko Tisira yang tersebar di seluruh Bali berjumlah 405 posko dan didukung oleh lebih dari 600 ribu vaksin yang berasal dari APBD, bantuan pusat, serta bantuan dari Pemerintah Australia. (N-2)
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved